Kamis Pon 29 September: Sering Mendapat Malu hingga Kurang Wibawa

Penanggalan Jawa

Kamis Pon 29 September: Sering Mendapat Malu hingga Kurang Wibawa

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 06:26 WIB
Ilustrasi kalender atau tanggal merah
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Boonyachoat
Solo -

Hari ini, Kamis (29/9/2022) bertemu dengan pasaran Pon. Dalam penanggalan Jawa, hari ini juga bertepatan dengan 3 Mulud 1956, berada di Tahun Ehe, Windu Sancaya dan Wuku Wayang.

Weton (hari kelahiran) Kamis Pon memiliki neptu 15. Pada umumnya, pemilik weton ini suka menolong,tinggi cita-citanya, gemar mencari kemajuan lahir batin, hanya saja sewaktu-waktu suka pamer kekayaan dan kepandaian.

Pangarasan pada weton ini adalah Lakuning Srengenge. Wataknya terang, berwibawa dan mencerahkan. Sedangkan Pancasuda, Satriya Wirang. Luhur budinya tetapi sering mendapat malu atau dipermalukan orang sehingga kurang wibawa.


Wuku Wayang, lambang dewanya Bathari Sri, sandang pangannya melimpah, dermawan, hormat kepada sesama, sangat berhati-hati, enak bicaranya serta disenangi banyak orang. Air di jembangan ada di depan dan duduk di air, hatinya sejuk dan sangat sabar.

Serba kecukupan sandang pangannya, tetapi cenderung diperlihatkan. Pohonnya cempaka, tidak ada yang benci. Semua pada cinta dan sayang padanya. Burungnya ayam hutan, menjadi piaraan orang besar, bicaranya serba menyenangkan dan enak didengar, siapa saja yang melihatnya tertarik, dipercaya dan dikasihi atasannya, serta nampak berwibawa dan sigap. Membelakangi senjata, sifatnya mudah di depan sulit di belakang.

Bagaikan pelita yang menyala menerangi langit dan bumi, wataknya selamat dan banyak ilmu. Lambangnya sinar yang berjalan, wataknya menjadikan iri orang lain. Pantangannya selama tujuh hari saat wukunya berlangsung tidak boleh memanjat atau beraktivitas yang menuju arah atas atau naik.

Pada hari Kamis Pon di wuku ini adalah hari yang tidak baik, jika bepergian, tidak lama akan mendapatkan makanan.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)