Sejarah Pasukan Gegana Brimob sejak 1974 dan 4 Tugas Pokoknya

Sejarah Pasukan Gegana Brimob sejak 1974 dan 4 Tugas Pokoknya

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 04:01 WIB
Suasana di sekitar TKP ledakan di Asrama Brimob Grogol Indah Sukoharjo, Minggu (25/9/2022).
Suasana di sekitar TKP ledakan di Asrama Brimob Grogol Indah Sukoharjo, Minggu (25/9/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Setelah terjadi ledakan di dekat Asrama Polisi Sukoharjo, Minggu (25/9/2022) petang, tim penjinak bom Unit Gegana Brimob langsung meluncur ke lokasi dan melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP itu, Kapolda Jateng irjen Ahmad Luthfi memastikan ledakan tersebut tidak mengandung unsur teror. Siapa itu Unit Gegana yang sering disebut Jibom?

Sejarah Pasukan Gegana Brimob

Dilansir laman resmi korbrimob.polri, pembentukan Gegana berawal dari pemikiran tokoh Polri pada tahun 1974. Pemikiran itu berdasarkan pada isu teror terhadap Polda Metro Jaya, sehingga untuk mengantisipasinya dibentuk kompi satuan Gegana Brimob Polri yang pimpin Mayor Pol Drs Soemardi.

Dikutip detikJateng dari korbrimob.polri.go.id pada Senin (26/9/2022), Satuan Gegana dibentuk pada 27 November 1974. Pembentukan itu berdasarkan Surat Keputusan (Skep) Kapolda Metro Jaya no Pol Skep/29/XI/1974 tentang pembentukan kesatuan Gegana Komdak Metro Jaya.


Selain itu, berdirinya Gegana merupakan realisasi fisik dan instruksi Menhantam Pangab Nomor: SHK/633/V/1972 tentang Penanggulangan Kejahatan Pembajakan Udara atau Laut dan Terorisme Internasional.

Meskipun Satuan Gegana sudah terbentuk sejak 1974, namun pengakuan dari Departemen Pertahanan Keamanan baru ada pada 1976. Sejak itu, Gegana sebagai komponen pasukan elit di lingkungan Polri terus membenahi diri.

Ketika Jenderal Polisi Drs Anton Soedjarwo menjadi Kapolri, Gegana dikembangkan dari Satuan Kompi menjadi Detasemen sekaligus pemindahan kedudukan Mako dari Polda Metro Jaya ke Petamburan.

Pemindahan Markas Komando terjadi pada masa pimpinan Letkol Pol Drs Soepeno dan selanjutnya pindah ke Mabes Polri Jakarta Selatan. Pada 1985 terjadi peralihan kedudukan, Detasemen Gegana Metro Jaya ke Momapta Polri atau sekarang yang dikenal Korps Brimob Polri.

Kemudian, Gegana pada masa pimpinan Letkol Pol Drs S Y Wenas, Markas Komando Gegana dipindah ke Kelapa Dua pada 1988.

Sejak dibentuk hingga kini, menurut korbrimob.polri, pasukan Gegana Korps Brimob Polri bertugas menanggulangi berbagai jenis teror, baik yang menggunakan senjata api, bom, atau bahan kimia lainnya.

Personel Gegana yang dilengkapi dengan kemampuan dan peralatan yang mumpuni disebut dapat menganalisa setiap perkembangan jenis teror, terutama yang menggunakan bahan peledak.

4 Tugas Pokok Gegana

Menurut laman korbrimob.polri, ada 4 tugas pokok Gegana, yaitu:

  • Melaksanakan sterilisasi TKP ancaman, temuan, dan ledakan bom serta objek/VVIP
  • Melaksanakan penjinakan atau penanganan bom
  • Menyatakan TKP bom steril dan aman
  • Melaksanakan disposal (pemusnahan).



Simak Video "Kapolda Jateng: Seorang Anggota Terluka Akibat Ledakan di Asrama Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/aku)