Hari Pertama Jembatan Mojo Ditutup, Telukan Sukoharjo Macet 2,5 Km

Hari Pertama Jembatan Mojo Ditutup, Telukan Sukoharjo Macet 2,5 Km

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Senin, 26 Sep 2022 18:40 WIB
Pada saat puncak kemacetan, kendaraan dari Solo harus berjalan merayap hingga 1,5 km, yakni ketika hendak memasuki Jembatan Bacem hingga di simpang Telukan.
Pada saat puncak kemacetan, kendaraan dari Solo harus berjalan merayap hingga 1,5 km, yakni ketika hendak memasuki Jembatan Bacem hingga di simpang Telukan. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng.
Sukoharjo -

Penutupan Jembatan Mojo penghubung Pasar Kliwon, Solo dan Mojolaban, Sukoharjo, pada hari pertama berdampak kemacetan di kawasan Telukan, Grogol, Sukoharjo. Kemacetan terjadi pada sore ini, yakni waktu jam pulang kerja.

Untuk diketahui, jalan alternatif utama dari Solo sebagai pengganti Jembatan Mojo, yakni melintasi Jembatan Bacem kemudian berbelok ke Jalan Ciu. Begitu pula sebaliknya dari Mojolaban melintasi Jalan Ciu kemudian melintasi Jembatan Bacem.

Pantauan detikJateng, kepadatan arus lalu lintas terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Arus mulai mereda kembali pada pukul 18.00 WIB.


Pada saat puncak kemacetan, kendaraan dari Solo harus berjalan merayap hingga 1,5 km, yakni ketika hendak memasuki Jembatan Bacem hingga di simpang Telukan. Kemudian dari simpang Telukan, kepadatan kembali terjadi hingga sekitar 1 km ke arah timur, yakni di Jalan Ciu.

Terlihat sejumlah anggota Satlantas Polres Sukoharjo membantu mengurai kemacetan di simpang Telukan. Karena kemacetan yang cukup parah, petugas mengambil alih pengaturan lalu lintas tanpa menggunakan lampu merah.

Pada saat puncak kemacetan, kendaraan dari Solo harus berjalan merayap hingga 1,5 km, yakni ketika hendak memasuki Jembatan Bacem hingga di simpang Telukan.Pada saat puncak kemacetan, kendaraan dari Solo harus berjalan merayap hingga 1,5 km, yakni ketika hendak memasuki Jembatan Bacem hingga di simpang Telukan. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengatakan akan menyiagakan petugas setiap hari di titik rawan kemacetan. Petugas akan mengatur lalu lintas pada pagi dan sore hari.

"Setiap hari kita siagakan petugas, terutama jam sibuk," kata Wahyu saat dihubungi detikJateng, Senin (26/9/2022).

Dia mengimbau agar masyarakat bersabar dan mengikuti rekayasa lalu lintas yang disiapkan petugas.

"Kepada masyarakat, baik pengguna jalan maupun penduduk setempat, dimohon bisa lebih bersabar dan menerima kondisi saat ini, karena perbaikan Jembatan Mojo ini juga untuk kepentingan bersama," tandas Kapolres.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/aku)