Lukas Enembe Ngaku Punya Tambang Emas: Kalau Bisa KPK Lihat

Lukas Enembe Ngaku Punya Tambang Emas: Kalau Bisa KPK Lihat

Tim detikNews - detikJateng
Senin, 26 Sep 2022 15:07 WIB
Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe menjawab permintaan Presiden Jokowi agar kliennya memenuhi panggilan KPK. Pengacara mengatakan Lukas Enembe masih sakit.
Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe. (Foto: Andhika Prasetia)
Solo -

Kuasa hukum mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe memiliki tambang emas. Bahkan pihak Lukas bersedia mengajak KPK ke lokasi tambang emas itu.

"Jadi begini, itu kan dimulai dengan pernyataan bahwa kalau Pak Lukas bisa membuktikan dia punya tambang emas, maka Pak Lukas bisa dibebaskan. Itu artinya dia mau pakai pembuktian terbalik," ucap Stefanus Roy Rening selaku salah satu kuasa hukum dari Lukas Enembe dalam jumpa pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, demikian dilansir detikNews, Senin (26/9/2022).

Roy Rening mengaku sudah pernah menanyakan langsung perihal tambang emas itu ke Lukas, tetapi dijawab candaan. Namun pada akhirnya Lukas mengamini tentang kepemilikan tambang emas itu.


"Tapi dalam kesempatan itu, saya harus tanya Bapak waktu itu, 'Bapak Gubernur, ini ada pernyataan begini'. Dengan senyum dia katakan, 'Itu Freeport saya punya, apa kamu ragukan lagi'. Bukan begitu Bapak, Bapak punya tambang nggak? Sendiri di kampung?" ucap Roy Rening.

"'Oh saya punya di kampung, di Tolikara di Mamit, sedang dalam proses'. Dokumennya sedang diproses oleh stafnya. Intinya bahwa Bapak punya dan dia sampaikan ke saya. Kalau bisa KPK lihat, mari kita sama-sama ke Mamit, kita sama-sama ke Tolikara, mari kita lihat itu tambang," imbuhnya.

Sementara sebelumnya, mengenai tambang emas ini sempat diucapkan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Saat itu Alexander mengatakan kasus bisa dihentikan jika Lukas bisa membuktikan sumber uang ratusan miliar rupiah yang ditemukan PPATK.

"KPK berdasarkan UU yang baru ini bisa menghentikan penyidikan dan menerbitkan SP3, kalau nanti dalam proses penyidikan Pak Lukas bisa membuktikan dari mana sumber uang yang puluhan, ratusan miliar, tersebut," kata Alex saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Senin (19/9).

Simak lengkap di halaman berikutnya...