Sebab Objek Terdampak Tol Jogja-Solo di Guwokajen Boyolali Belum Klir

Sebab Objek Terdampak Tol Jogja-Solo di Guwokajen Boyolali Belum Klir

Jarmaji - detikJateng
Kamis, 22 Sep 2022 18:26 WIB
Lokasi ruas Tol Jogja-Solo di Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Klaten, Jumat (22/7/2022).
Ilustrasi. Foto: Lokasi ruas Tol Jogja-Solo di Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Klaten, Jumat (22/7/2022). (Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Boyolali -

Objek lahan terdampak proyek jalan Tol Jogja-Solo di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, yang belum selesai proses ganti ruginya ternyata tak hanya empat objek milik keluarga Sri Surantini saja. Tapi ada dua objek lain yang hingga kini masih berproses.

Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali, Djarot Sucahya, menjelaskan tentang dua objek tersebut. Yaitu, satu objek yang ahli warisnya masing-masing satu orang mengalami ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), dua tidak diketahui keberadaannya, dan satu berada di Lampung.

"Satu objek lagi no name (tidak diketahui pemiliknya). Tapi yang no name ini sudah ketemu, tinggal kita sampaikan ke pihak yang berhak untuk pemberkasannya. Yang no name ini lahan pribadi, sudah ketemu. Itu HM (hak milik), sudah sertifikat," ungkap Djarot, Kamis (22/9/2022).


Terhadap satu objek yang ahli warisnya belum diketahui keberadaannya itu, Djarot mengatakan, petunjuk dari pengadilan yaitu harus ada penetapan siapa yang menggantikannya. Kemudian yang ODGJ juga harus ada perwaliannya.

"Sementara dari pihak yang berhak, yang masih hidup yang di Lampung, sampai saat ini belum memberikan pemberkasan tersebut. Belum pernah memberikan pemberkasan. Itu kesulitan di kita," katanya.

Pemerintah daerah siap membantu pemberkasannya untuk menyelesaikan persoalan itu. Jika sudah ada pemberkasan, maka pembayaran UGR (uang ganti rugi) ada dua alternatif.

"Pintunya ada dua. Kalau (pemberkasannya) lengkap maka bisa dibayarkan langsung. Jika tidak lengkap tapi memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan pengadilan, kita konsinyasi di pengadilan. Jadi nunggu pemberkasan," imbuh Djarot.

Objek-objek terdampak jalan tol yang belum beres pembayaran UGR itu pun kini masih berdiri.

"Kemarin ada solusi agar proyeknya bisa jalan, ini dipindahkan dulu, sambil menjembatani untuk melengkapi berkas. Jadi akan disewakan rumah untuk tempat tinggal, kepindahannya difasilitasi oleh PPK dan BUJT-nya, biar kehidupannya tetap jalan. Untuk ganti ruginya berproses sampai pemberkasan," kata Djarot mengenai hasil rapat dengan pemerintah daerah.

Djarot menambahkan, di Desa Guwokajen, Sawit, Boyolali juga ada 11 bidang tanah kas desa (TKD) yang proses pembebasannya juga belum selesai.

"Di Guwokajen ada 11 bidang TKD, sedang berproses di Gubernur. Mudah-mudahan segera clear, izinnya bisa turun, TKD bisa dibayarkan juga," tandasnya.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)