Momen Istri Pejabat Tawar Batik Tulis di Sragen Saat Tak Ada Iriana Jokowi

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Kamis, 22 Sep 2022 14:37 WIB
Pemilik sentra batik Windasari sekaligus istri Kades Kliwonan, Sragen, Wiwin Muji Lestari, Kamis (22/9/2022).
Pemilik sentra batik Windasari sekaligus istri Kades Kliwonan, Sragen, Wiwin Muji Lestari. Tokonya didatangi Iriana Jokowi dan rombongan, Kamis (22/9/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sragen -

Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan mengunjungi sentra batik Windasari di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Kamis (22/9/2022). Menurut Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kunjungan ibu negara dan sejumlah istri pejabat itu tak lepas dari momen tawar-menawar harga batik.

Bupati Sragen mengatakan pemilik Windasari sekaligus istri Kepala Desa Kliwonan, Wiwin Muji Lestari, 'pasang badan' ketika Iriana dan rombongannya sempat menawar harga batik.

Canda Iriana

"Tadi sempat ada bercandaan dengan Bu Kades yang menawarkan batik tulis kepada Bu Presiden. Ibu Presiden menawar, iki ojo larang-larang (ini jangan mahal-mahal). Bu Kades bilang, ini yang mbatik sudah sepuh-sepuh (tua-tua), Bu Presiden. Aku diseneni (dimarahi) Bu Kades," kata Bupati sambil tertawa.


Bupati menuturkan tawar-menawar harga adalah hal yang wajar dalam proses transaksi jual beli.

"Suasananya cair. Namanya perempuan, kalau beli tidak menawar tidak afdol," ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Yuni itu.

Menurut Yuni, batik Sragen memang digemari masyarakat hingga kalangan penjabat. "Batik Sragen banyak disukai penjabat. Meski dijualnya ada yang di luar Sragen. Pembuatnya juga banyak, jadi bisa beli langsung. Kalau di sini terkesan mahal, di luar sana lebih mahal," ujarnya.

Rombongan Menawar Saat Tak Ada Iriana

Sementara itu, Bu Kades Kliwonan sekaligus pemilik Windasari, Wiwin Muji Lestari, mengatakan ada sebagian anggota rombongan Iriana Jokowi yang menawar batik tulisnya.

"Kasihan kalau batik tulis ditawar. Batik tulis itu bikinnya rumit, sulit, butuh waktu lama, butuh keahlian, jadi jangan ditawar," kata Wiwin.

Wiwin mengatakan, rombongan istri penjabat itu menawar batiknya secara sembunyi-sembunyi alias saat Iriana Widodo tak ada. "Kalau ada Ibu (Iriana Widodo) nggak berani nawar," ujarnya.

Iriana dan rombongan pun membeli sejumlah batik saat ke Desa Kliwonan. Namun, Wiwin enggan membeberkan berapa batik yang terjual. Adapun batik paling mahal yang terjual harganya Rp 6,5 juta.

Diberitakan sebelumnya, kedatangan Iriana ke Sragen didampingi Wury Ma'ruf Amin dan sejumlah anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM). Di Sragen, mereka membeli batik di toko Windasari, dan dari sejumlah pengrajin yang stannya sudah disiapkan.



Simak Video "Iriana Diolok Netizen, Gibran-Kaesang Pasang Badan"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)