Akan Dikunjungi Iriana Jokowi Besok, Toko Batik Windarsari Langganan Istana

Akan Dikunjungi Iriana Jokowi Besok, Toko Batik Windarsari Langganan Istana

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 21 Sep 2022 14:55 WIB
Pemilik sekaligus pendiri Toko Batik Windarsari langganan Istana, Aswanda (44), saat ditemui di galerinya di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Sragen, Rabu (21/9/2022).
Pemilik sekaligus pendiri Toko Batik Windarsari langganan Istana, Aswanda (44), saat ditemui di galerinya di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Sragen, Rabu (21/9/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sragen -

Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah istri menteri Kabinet Indonesia Maju direncanakan akan berkunjung ke Toko Batik Windarsari di Kabupaten Sragen, Kamis (22/9) besok. Toko batik yang berada di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, itu menjadi langganan Istana di era Presiden Jokowi.

"Alhamdulillah untuk suvenir acara di Istana sebelum pandemi sejak era Pak Jokowi. Pesannya tergantung kegiatannya, paling 5.000-an," kata pemilik sekaligus pendiri Toko Batik Windarsari, Aswanda (44), saat ditemui detikJateng, Rabu (21/9/2022).

Batik di Windarsari memiliki ciri khas pada warna dan mempertahankan motif pakem khas Jawa seperti Sidomukti, Sogan, dan lainnya.


Rintis Usaha dari Jualan Keliling

Aswanda merintis usahanya sejak tahun 2000 lalu. Dia merintis bisnisnya dari jualan keliling.

"Awalnya saya ambil batik dari pengrajin, saya jual keliling ke mana-mana seperti di Jakarta, Jogja, Solo," tutur Aswanda.

Bisnis batiknya semakin berkembang hingga pada tahun 2002 dia berani untuk memproduksi batik sendiri. Batik yang dia produksi ada tiga macam, yakni batik tulis, printing, dan kombinasi tulis.

Harga batik dijual bervariasi tergantung jenis batiknya. Batik tulis dibanderol mulai dari Rp 1 juta dan batik kombinasi tulis dibanderol mulai dari Rp 200 ribu.

Pasang Surut

Pasang surut dalam menjalankan bisnisnya pernah dialami pria yang kini juga menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Kliwonan itu. Termasuk saat adanya pandemi COVID-19.

"Pada tahun 2001 bangkit, lalu tahun 2004 sempat jatuh, lalu bangkit, tahun 2007 jatuh lagi, 2 tahun mulai bangkit lagi," ucapnya.

"Yang paling dahsyat saat pandemi COVID-19. Dulu karyawan saya ada 50 orang, sekarang tinggal 10 saja," tambahnya.

Kecintaannya terhadap batik membuatnya terus mempertahankan bisnisnya. Hingga batiknya dipercaya sebagai suvenir di Istana Negara.

Kini pemasaran batik Windarsari sudah sampai di seluruh negeri berkat penjualan online. Aswanda mengatakan omzet per bulannya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

"Saya rasa batik market-nya tidak ada patokan harga, dan di sini pembatik semua, kita uri-uri batik saja," jelasnya.



Simak Video "Diminta Ambil Tindakan Usai Iriana Dihina, Ini Jawaban Gibran-Kaesang"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/apl)