Duh! 21 ASN di Klaten Terjangkit HIV

Duh! 21 ASN di Klaten Terjangkit HIV

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Rabu, 21 Sep 2022 10:38 WIB
KPA Klaten melakukan sosialisasi pencegahan HIV di Prambanan, Rabu (21/9/2022).
KPA Klaten melakukan sosialisasi pencegahan HIV di Prambanan, Rabu (21/9/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Sebanyak 21 orang aparatur sipil negara (ASN) dan 44 orang lansia di Klaten terjangkit virus HIV. Data tersebut terdeteksi saat mengakses layanan di Klaten.

"Sejak pendataan 2007 temuan kasus HIV ada 14 mahasiswa, 12 pelajar, ASN ada 21 orang. Tapi ASN itu belum tentu dari Klaten," jelas Pegiat Komisi Penanggulangan HIV Aids (KPA) Klaten, Amin Bagus Panuntun, kepada detikJateng, Rabu (21/9/2022) siang.

ASN tersebut, jelas Amin, selain belum tentu dari Klaten atau bekerja di Pemkab Klaten. Hal itu disebabkan pendataan didasarkan pada posisi temuan kasus.


"Belum tentu semua berasal dari Klaten. Pendataan bukan dasar domisili tapi berobat di layanan mana, kalau positif ditemukan di Klaten kita jadikan temuan di Klaten," papar Amin.

Dari sisi umur, sambung Amin, paling rentan di usia produktif di usia 20-49 tahun. Usia produktif itu belum tentu mahasiswa dan pelajar. Bisa juga buruh.

"Bisa saja usia produktif itu profesi buruh. Sampai tahun 2022 jumlah yang meninggal sekitar 180 orang," rinci Amin.

Fenomena kasus HIV di Klaten, imbuh Amin, sampai tahun ini masih didominasi pria. Jumlah pria pengidap HIV lebih banyak.

"Banyak laki-laki, 50 persen lebih dari jumlah total kasus. Laki-laki 804 orang dan perempuan hanya 405, keduanya punya potensi menularkan meskipun dominan laki-laki," lanjut Amin.

Untuk usia, lanjutnya, kasus balita di bawah 4 tahun ada 28 orang, 5-14 tahun ada 12 orang dan 15-19 tahun ada 19 orang. Lansia atau lebih dari 60 tahun ada 44 orang.

"Yang mengidap usia lebih dari 60 tahun ada 44 orang. Mengidap saat sudah jadi kakek, ada terbaru kemarin usia 70 tahun," tambah Amin.

Karena Hubungan Seks Tak Aman

Amin menjelaskan terpaparnya warga usia senja itu bukan karena sejak remaja tetapi saat usianya sudah tua. Penyebabnya karena berhubungan seks tidak aman.

"Bukan terdeteksi saat remaja. Tapi temuan baru saat tua, kalau kita rentang waktunya 10 tahun dan ditemukan umur 60 tahun berarti paling tidak saat umur 50 tahun dia berhubungan seks yang menularkan," kata Amin.

Mayoritas lansia ditemukan HIV, lanjutnya, ditemukan saat kondisi fisiknya menurun. Meskipun setelah berhubungan bisa terdeteksi, tetapi kasus ditemukan 5-10 tahun kemudian.

"Karena merasa badan bermasalah baru mengakses layanan kesehatan. Sebenarnya bisa langsung terdeteksi saat terjangkit tapi biasanya 5-10 tahun kesehatannya baru bermasalah," pungkas Amin.

Sekretaris KPA Klaten, dr Rony Roekmito membenarkan ada 21 ASN yang terjangkit HIV. ASN itu belum tentu warga Klaten atau ASN Pemkab Klaten.

"ASN tapi belum tentu di jajaran Pemkab Klaten dan belum tentu warga Klaten. Mahasiswa ada 14 dan pelajar 12 orang," jelas Rony.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/sip)