Geger Babi Hutan Masuk Permukiman Warga di Sigaluh Banjarnegara

Geger Babi Hutan Masuk Permukiman Warga di Sigaluh Banjarnegara

Uje Hartono - detikJateng
Minggu, 11 Sep 2022 18:57 WIB
Warga menunjukkan lokasi kemunculan babi hutan di Banjarnegara, Minggu (11/9/2022).
Warga menunjukkan lokasi kemunculan babi hutan di Banjarnegara, Minggu (11/9/2022). (Foto: Uje Hartono/detikJateng)
Banjarnegara -

Warga Desa Gembongan Kecamatan Sigaluh Banjarnegara digegerkan saat seekor babi hutan masuk ke pemukiman. Warga pun panik hingga berlarian berhamburan.

Kepanikan warga Desa Gembongan ini sempat terekam video hingga viral di media sosial. Dalam video yang beredar, babi hutan sempat menabrak salah satu warga hingga terjatuh.

Pantauan detikJateng di Desa Gembongan, Minggu (11/9/2022), warga membenarkan jika desanya sempat digegerkan oleh kemunculan babi hutan, Sabtu (10/9) pagi. Bahkan babi hutan tersebut sempat merusak rumah salah satu warga Desa Gembongan.


"Tiba-tiba muncul dari arah hutan dan langsung masuk rumah dengan cara menabrak kaca jendela hingga pecah," kata Triyono warga Desa Gembongan sekaligus pemilik rumah, Minggu (11/9/2022).

Induk babi hutan ini sempat memutar-mutar di ruang tamu dan ruang depan. Beruntung babi hutan keluar melalui jendela kaca yang kondisinya sudah pecah.

"Sempat di rumah ini muter-muter. Mungkin karena licin terus keluar lagi. Saat di rumah hanya ada anak saya, untungnya tidak sampai ngapa-ngapain," sambungnya.

Mendengar ada babi hutan, warga pun berhamburan keluar rumah. Meski hanya sebagian warga yang berani menangkap babi hutan tersebut. Babi hutan akhirnya berhasil ditangkap sekitar 1 jam dari kemunculannya dari hutan. Usai ditangkap, babi hutan itu kemudian dibawa oleh salah satu warga.

"Itu kan kejadiannya kemarin (Sabtu, 10/9) sekitar pukul 9 pagi. Babi hutan akhirnya bisa ditangkap sekitar pukul 10 pagi," terangnya.

Triyono menyebut, sebagian warga masih melihat empat anak dari babi hutan tersebut. Hingga saat ini, empat anak babi hutan tersebut masih berkeliaran di hutan yang berjarak sekitar 5 kilometer dari permukiman warga.

"Itu indukannya. Masih ada 4 anaknya yang belum ditangkap. Kemarin ada yang melihat, tadi pagi juga ada yang melihat. Tapi belum bisa ditangkap," ungkapnya.

Ia mengaku, hama babi hutan kerap merusak tanaman warga. seperti tanaman singkong dan salak. Namun, untuk sampai masuk ke permukiman baru kali pertama.

"Biasanya merusak tanaman singkong, salak. Kalau sampai masuk baru kali ini," tambahnya.

Warga Desa Gembongan lainnya, Subarni mengaku takut usai kemunculan babi hutan di pemukiman warga. Saat ini ia bersama warga lainnya terus berjaga untuk antisipasi jika babi hutan kembali masuk ke pemukiman.

"Sekarang jadi takut dan khawatir. Takut menyerang anak-anak juga. Sementara ini, warga di sini berjaga-jaga terus," ujarnya singkat.



Simak Video "Status Waspada, Aktivitas Kegempaan Gunung Api Dieng Masih Signifikan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)