Penjelasan Pakar soal Kena Corona 2 Sampai 3 Kali seperti yang Dialami Gibran

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Jumat, 19 Agu 2022 20:59 WIB
COVID-19 swab collection kit in doctor hands, nurse holds tube of coronavirus PCR test on black background. Concept of corona virus diagnostics, medical testing and cure during coronavirus pandemic.
Ilustrasi tes PCR Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/scaliger)
Solo -

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka terpapar virus Corona atau COVID-19 untuk ketiga kalinya. Berikut ini penjelasan pakar soal reinfeksi Corona.

Dokter Patologi Klinik RS Universitas Sebelas Maret (UNS), dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, menjelaskan gejala yang diderita saat terpapar COVID-19 maupun dampak lanjutan usai sembuh COVID-19 dapat berbeda di setiap pasien.

"Yang pertama, kondisi setiap orang pasti berbeda-beda, sehingga dampaknya bisa berbeda-beda pula. Ada yang tanpa gejala, gejala ringan, berat. Dari kesembuhan, ada yang cepat dan ada yang lambat," kata Tonang saat dihubungi detikJateng, Jumat (19/8/2022).


Apa penyebab reinfeksi Corona?

Mengenai penyebab orang mengalami reinfeksi virus Corona, Tonang menjelaskan hal tersebut terjadi karena beberapa kemungkinan. Antara lain ialah imunitas seseorang.

"Faktornya tentu banyak, bisa berbeda antara orang satu dengan lainnya. Antibodi yang terbentuk setelah COVID-19 pun ada batasnya. Mungkin virus yang masuk jumlahnya besar meskipun punya antibodi," katanya.

"Mungkin juga saat terpapar virus waktu kondisi imunnya nggak baik, sehingga mudah terinfeksi," imbuhnya.

Terkait pasien yang sudah tiga kali terpapar COVID-19, Tonang pun mengatakan beberapa kemungkinan dampak yang terjadi. Namun dampak yang ditimbulkan menurutnya bukan karena berapa kali pasien terpapar COVID-19.

"Sebetulnya bukan karena berapa kalinya, tapi seberapa berat dia terpapar. Kalau kena sekali tapi penyembuhannya lama ya pasti punya dampak ketimbang yang terpapar berkali-kali tapi tanpa gejala," ujarnya.

Dampak yang ditimbulkan dari pasien bergejala berat dan sembuh dalam waktu lama, kata Tonang, ialah dapat merusak organ tubuh manusia.

"Seperti long COVID, ibarat perang, kalau imbang kan lama selesainya sehingga kerusakan jaringannya menjadi banyak. Akibatnya proses recovery-nya semakin lama walaupun sudah sembuh dari COVID-19," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka kembali dinyatakan positif COVID-19. Sudah dua hari ini, Gibran tidak berdinas di Balai Kota Solo maupun berkegiatan di lapangan.

Kabar ini diketahui saat Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa menghadiri pembukaan T-Hub Solo by Tokocrypto di Jalan Gatot Subroto Solo hari ini. Dalam sambutannya, Teguh mengatakan Gibran tidak dapat hadir karena sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Di tengah situasi COVID-19 yang meningkat, kerja-kerja membangkitkan ekonomi dan UMKM ini hampir setiap hari dilakukan. Mungkin karena fisik yang tidak begitu prima karena pekerjaan dan tanggung jawab beliau sebagai wali kota, beliau isoman lagi," kata Teguh di T-Hub Solo, Jumat (19/8/2022).



Simak Video "Gibran Rakabuming Positif Covid-19 Ketiga Kalinya"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/sip)