Aksi Santri Bersarung Panjat Tiang Bendera Saat Upacara di Ponpes Klaten

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Rabu, 17 Agu 2022 21:33 WIB
Santri Ponpes Al Munawwir, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko memanjat tiang bendera, Rabu (17/8/2022).
Santri Ponpes Al Munawwir, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko memanjat tiang bendera, Rabu (17/8/2022). (Foto: Tangkapan layar video viral)
Klaten -

Aksi seorang santri ponpes Al Munawwir, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Klaten, memanjat tiang bendera viral di media sosial. Santri tersebut naik tiang bendera karena pengait tali lepas di tengah upacara HUT ke-77 RI.

Kejadian tersebut diunggah akun Instagram @almunawwirndljo, Rabu (17/8/2022) malam sekitar pukul 18.00 WIB. Unggahan berupa rekaman video berdurasi sekitar 1 menit.

Pada rekaman terlihat seorang santri di pucuk tiang bendera terbuat dari bambu. Santri laki-laki itu berbaju putih dengan sarung merah kotak-kotak.


Setelah memasang pengait di puncak tiang, santri tersebut turun. Meskipun mengenakan peci dan sarung, santri tersebut turun dengan percaya diri.

Terlihat tiga temannya para pengibar bendera menunggu dengan mendongak ke atas. Demikian juga para peserta upacara.

Dimintai konfirmasi, pengurus pondok Al Munawwir Desa Kadilajo, Mu'arif Salam membenarkan kejadian itu di pondoknya. Salam menyebut kejadian sekitar pukul 07.00 WIB.

"Kejadian tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB lebih sedikit. Kejadian saat upacara akan dimulai pengibaran," ungkap Salam saat diminta konfirmasi detikJateng, Rabu (17/8/2022) malam.

Diceritakan Salam, peserta upacara terdiri dari 100 orang lebih. Baik dari santri, pengasuh, dan masyarakat sekitarnya.

"Peserta lebih dari 100 orang, santri saja 80-an orang ditambah warga sekitar pondok. Lokasinya di halaman pondok," papar Salam.

Upacara, lanjutnya, pada awalnya berjalan lancar. Saat aba-aba siap menjelang pengibaran bendera, mendadak tali di puncak tiang lepas.

"Peserta upacara sudah disiapkan, bendera sudah dibentangkan tapi tali lepas. Lagu kebangsaan belum sempat dinyanyikan, baru mau aba-aba dinaikkan tapi lepas," jelas Salam.

Melihat tali lepas, kata dia, seorang santri bernama Amri (20) memanjat tiang. Tali digigit dan yang bersangkutan masih sarungan naik tiang bendera.

"Talinya digigit lalu naik masih sarungan. Santri itu sudah lulus SMA tapi masih mondok karena ada program tahfidz atau hapalan," imbuh Salam.

Dikatakan Salam, aksi itu terjadi spontan tanpa ada yang memerintahkan. Tiang terbuat dari bambu karena bukan tiang permanen.

"Tiang dari bambu karena bukan tiang permanen. Tiang tidak permanen karena halaman kadang digunakan kegiatan santri, jadi spontanitas kejadiannya," pungkas Salam.



Simak Video "Viral Mobil Jip Halangi Ambulans di Klaten, Polisi Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/aku)