Momen Peringatan HUT RI bagi Istri Aktivis HAM Munir: Keadilan Semakin Jauh

Dian Utoro Aji - detikJateng
Rabu, 17 Agu 2022 17:27 WIB
Istri aktivis HAM Munis, Suciwati ditemui di Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo, Pati, Rabu (17/8/2022).
Istri aktivis HAM Munis, Suciwati ditemui di Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo, Pati, Rabu (17/8/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Pati -

Hari ini merupakan peringatan Kemerdekaan ke-77 Indonesia. Apa arti momen kemerdekaan ini di mata istri aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir, Suciwati?

Untuk diketahui istri Aktivis HAM Munir, Suciwati berkesempatan menjadi salah satu peserta di upacara Rakyat Kemerdekaan di Bukit Ngalang-Alangan, Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati, hari ini. Suciwati menyebut kehadirannya sebagai solidaritas kebersamaan pejuang HAM.

"Ini bagian dari solidaritas dan kebersamaan yang perjuangan, perjuangan HAM tidak ada batas, tidak sekat, apapun profesinya apapun agama, bahasa, etnis itu bagian bersama-sama untuk pencari keadilan dan penegak HAM di negeri ini," jelas Suciwati ditemui di lokasi, Rabu (17/8/2022).


Menurutnya kemerdekaan bukan hanya merebut negeri dari para penjajah. Namun jika penguasa yakni pemerintah bertindak otoriter, hal ini disebutnya sama halnya sedang dijajah.

"Buat saya kemerdekaan sebuah perjuangan panjang ya, perjuangan panjang yang merdeka tidak hanya asyik merebut itu dari penjajahan, bahwa ada ruang kemudian ketika ada pemerintahan yang otoriter akan membuat kita terjajah kembali, bukan merdeka," terang dia.

"Ketika kita mengungkapkan pendapat pun dijaring UU ITE dan sebagainya. Banyak lagi. Dan hadir ingin memperhangus perjuangan sipil, perjuangan itu," imbuh Suciwati mengungkapkan.

Terlebih, kata dia, pidato Presiden Joko Widodo soal pelanggaran HAM tidak perlu lewat pengadilan. Hal itu menurutnya keadilan akan semakin jauh.

"Apalagi pidato Presiden kemarin menafikan kasus pelanggaran HAM berat, bahwa mereka tidak perlu mendapatkan keadilan lewat pengadilan tapi bahwa semuanya akan diselesaikan nonyudisial. Artinya keadilan akan makin jauh," jelasnya.

"Nah, apakah makna itu kemerdekaan itu dengan keadilan, nah itu sama ya sudah yang penting damai, tidak perlu kamu punya keadilan. Maka itu sama diberikan oleh para penjajah ketika penjajah di negeri kita, ya sudah kamu tak kasih makan yang penting damai kamu tidak merdeka," lanjut dia kembali.

Suciwati bicara kasus tewasnya Munir. Simak di halaman selanjutnya..