Pelajar Semarang Hilang di Parangtritis, Wakepsek: Usai Kunjungan Industri

Afzal Nur Iman - detikJateng
Selasa, 16 Agu 2022 14:44 WIB
Beginilah potret suasana wisata Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta pasca ditutup dua kali akhir pekan lalu guna mencegah penyebaran COVID-19, Yogyakarta, Rabu (30/6/2021).
Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, Rabu (30/6/2021). (Foto: Pius Erlangga/detikJateng)
Semarang -

Seorang pelajar SMK asal Semarang atas nama Catur Prasetya (17) hilang terseret ombak Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, Senin (15/8) kemarin dan hingga kini belum ditemukan. Siswa tersebut bersama rombongan datang ke Jogja dalam rangka kunjungan industri.

"Kami kan setiap 2 jam selalu cek ke Tim SAR dan terakhir jam 12 sedang dilakukan penyisiran pantai mulai pukul 10 tapi sampai 13.00 ini belum ada kabar baik," kata Wakil Kepala (Wakepsek) SMK Ibu Kartini, Subagyo Subali, saat ditemui di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Semarang, Selasa (16/8/2022).

"Yang terseret arus atas nama Catur Prasetya kelas XII jurusan Rekayasa Perangkat Lunak," sambungnya.


Subagyo bercerita kejadian itu terjadi setelah para siswa menjalani kunjungan industri di Jogja. Mereka tiba di Pantai Parangtritis sekitar pukul 14.30 WIB, Senin kemarin.

"Kunjungan industri itu kan mulai pukul 10.00 selesai pukul 13.00, ada yang sampai pukul 14.00 lalu dari tiga jurusan itu (kunjungan ke tempat berbeda) kami sepakat ketemu di Parangtritis jadi kami masuk Parangtritis sekitar pukul 14.30," terangnya.

Catur dilaporkan hilang terseret ombak sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu dia sedang bersama dua orang temannya. Kini dua orang itu masih berada di lokasi bersama empat guru untuk membantu komunikasi dengan pihak sekolah.

"Saya tidak tahu persis itu bahasanya terseret atau gimana tetapi sejak awal oleh berbagai pihak oleh Tim SAR, oleh guru, itu sudah diperingatkan ya. Kembali lagi, upaya sudah kami lakukan koordinasi sudah kami mantapkan tapi karena ini namanya musibah kami tidak bisa menolak," jelasnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...