Jaga Prokes Lur! Bulan Agustus Ini Diprediksi Puncak Omicron BA.5

Tim detikHealth - detikJateng
Senin, 15 Agu 2022 08:44 WIB
Ilustrasi virus covid-19 omicron BA.5
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn
Solo -

Selama beberapa pekan terakhir ini tren COVID-19 di Indonesia masih terlihat fluktuatif. Kasus baru yang terjadi di akhir pekan rata-rata mengalami penurunan.

Pada Minggu (14/8/2022), misalnya, kasus baru COVID-19 bertambah 4.442 kasus, sementara total pasien yang membutuhkan perawatan atau isolasi berkurang 479 kasus. Penambahan kasus tersebut lebih rendah dibandingkan dua hari lalu yakni Jumat (12/8) dengan total 6.091 kasus baru.

Semula, puncak penyebaran BA.5 diprediksi akan terjadi akhir Juli. Namun ada peluang puncaknya bergeser menjadi akhir Agustus.


"Kita sudah ada BA.4, BA.5, BA.2.75, subvarian Omicron ini yang menyebabkan kita lama turun peak-nya," beber Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Maxi Rein Rondonuwu seperti dikutip dari detikHealth, Senin (15/8/2022).

"Bisa saja Agustus, kalau lihat tren sekarang, tapi semoga saja nggak ada varian baru lagi ya," lanjut dia menambahkan.

Saat ini terdapat varian baru BA.4.6 yang mulai menyumbang sejumlah kasus di Amerika Serikat. Namun, pemerintah memastikan hingga kini belum resmi mencatat kasus tersebut.

"Iya bisa juga yah sudah ada, tapi belum diidentifikasi," kata Maxi.

Berikut ini adalah riwayat perkembangan COVID-19 di Indonesia selama sebulan terakhir.

  • Minggu (14/8): berkurang 479 kasus menjadi 53.127 kasus aktif.
  • Sabtu (13/8): bertambah 30 kasus menjadi 53.606 kasus aktif
  • Jumat (12/8): bertambah 847 kasus menjadi 53.576 kasus aktif
  • Kamis (11/8): bertambah 686 kasus menjadi 52.729 kasus aktif
  • Rabu (10/8): bertambah 1.002 kasus menjadi 52.043 kasus aktif
  • Selasa (9/8): bertambah 1.408 kasus menjadi 51.041 kasus aktif
  • Senin (8/8): berkurang 512 kasus menjadi 49.633 kasus aktif
  • Minggu (7/8): berkurang 750 kasus menjadi 50.145 kasus aktif


Simak Video "Omicron Baru BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Indonesia, Waspada Gejalanya"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)