Nasib Rumah Persembunyian Bupati Klaten Saat Agresi Militer Belanda II

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Minggu, 14 Agu 2022 07:07 WIB
Rumah persembunyian Bupati Klaten di masa perang kemerdekaan di Desa Japanan, Kecamatan Cawas. Difoto pada Sabtu (13/8/2022).
Rumah persembunyian Bupati Klaten di masa perang kemerdekaan di Desa Japanan, Kecamatan Cawas. Difoto pada Sabtu (13/8/2022). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Rumah persembunyian Bupati Klaten, drg Soedomo dan para pejabat saat berjuang menghadapi Agresi Militer Belanda II tahun 1948 di Desa Japanan, Cawas, Klaten, Jawa Tengah, sudah ditetapkan sebagai warisan cagar budaya. Namun, rumah bersejarah itu belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

"Kita sebenarnya sudah berupaya mengembangkan bahwa rumah itu agar ada nilai sejarahnya. Pak Agus (pendamping desa) sudah menyoundingkan ke Jakarta tapi ternyata susah," ungkap Kades Japanan, Kecamatan Cawas, Eko Puji Sarwono kepada detikJateng di kantornya, Jumat (12/8) siang.

Eko mengatakan untuk pengembang fungsi rumah tersebut, Pemdes sudah berkoordinasi dengan keluarga besar drg Soedomo. Bahkan keluarga sudah membuatkan patung.


"Keluarga sudah membuatkan patung drg Soedomo, ditaruh di dalam rumah. Patung itu sebagai wujud apresiasi, istilahnya nguri-uri (melestarikan) sejarah perjuangan. Kita juga mengumpulkan foto, tujuannya ke arah museum nantinya," jelas Eko.

Dengan dikembangkan sebagai museum, ucap Eko, paling tidak masyarakat yang datang bisa memahami sejarahnya. Tapi untuk mewujudkan ide itu pemerintah desa terkendala anggaran.

"Untuk mewujudkan ide-ide itu desa terkendala, terutama keterbatasan anggaran. Keluarga ahli waris pemilik tanah sebenarnya tidak masalah mau dikembangkan," imbuh Eko.

Menurut pendamping desa, Agus Santoso, meski rumah itu sudah menjadi cagar budaya perjuangan kemerdekaan tetapi belum pernah menjadi tempat kegiatan atau upacara.

"Belum kalau itu (upacara), tapi dulu pernah untuk pentas reog yang mengadakan ahli waris, itu tahun 1980-an. Setiap hari ya hanya dimanfaatkan masyarakat setempat," ungkap Agus.

Camat Cawas, Moh Prihadi menyatakan masukan masyarakat tentang sejarah rumah itu sudah dicatat.

"Terima kasih atas masukannya. Sudah menjadi catatan kami untuk diteruskan ke dinas terkait,'' kata Prihadi kepada detikJateng saat diminta konfirmasi.

Sebelumnya diberitakan, sebuah rumah tua di Dusun Turunan, Desa Japanan, Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyimpan kisah perjuangan kemerdekaan RI. Rumah itu tercatat pernah digunakan Bupati Klaten dan stafnya bersembunyi dan menjalankan pemerintahan setelah Agresi Militer Belanda 19 Desember 1948 di Jogja.

"Rumah itu pernah ditempati Bupati Klaten dokter Soedomo saat Agresi Militer Belanda ke II tahun 1948 di Jogja. Pindah ke sini bersama pejabat kabupaten lain, termasuk dokter Soeradji Tirtonegoro," tutur Sekdes Japanan, Ngadino kepada detikJateng di kantornya, Sabtu (13/8/2022) siang.



Simak Video "Melihat Antusiasme Warga Kulon Progo Pasang Seribu Lampu untuk HUT RI"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/apl)