Kisah AKBP Brotoseno, Irjen Ferdy Sambo dan Tragedi 8 Juli 2022

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 11 Agu 2022 15:20 WIB
Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo
Foto: Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo (Dok. Istimewa)
Solo -

Sebelum tersandung kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo disebut sebagai anggota Komisi Banding Kode Etik yang akan melaksanakan sidang peninjauan kembali (PK) terhadap putusan kode etik AKBP Raden Brotoseno. Kini, karier Brotoseno di Polri kandas setelah sidang PK itu memberatkan sanksi sebelumnya.

Kandasnya PK terhadap putusan kode etik itu membuat Brotoseno dipecat dari Polri pada Jumat (8/7/2022). Sebuah kebetulan bahwa di hari yang sama sebuah tragedi berdarah juga terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Berikut ini kisahnya.

1. Kandasnya Karier AKBP Brotoseno

Seperti diketahui, karier AKBP Raden Brotoseno di kepolisian akhirnya kandas. Dalam sidang PK vonis etik AKBP Brotoseno pada 8 Juli 2022, Komisi Banding Kode Etik memutuskan untuk menambah berat sanksi sebelumnya.


"Berdasarkan hasil PK atas nama AKBP Brotoseno yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 8 Juli 2022 pukul 13.30 WIB memutuskan untuk memberatkan sidang Komisi Kode Etik Polri tanggal 13 Oktober 2022 menjadi sanksi administratif berupa PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) sebagai anggota Polri," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah saat konferensi pers, Kamis (14/7/2022), dikutip dari detikNews.

2. Kisah Kontroversi AKBP Brotoseno

Dilansir detikNews, nama AKBP Brotoseno menjadi sorotan sejak akhir 2011 yaitu saat asmaranya dengan Angelina Sondakh atau Angie terungkap. Saat itu Brotoseno sebagai penyidik KPK. Sedangkan Angie saat itu sebagai saksi dalam kasus yang ditangani KPK, yaitu proyek Wisma Atlet dengan terdakwa Nazaruddin.

Singkat cerita, KPK akhirnya memulangkan Brotoseno yang saat itu berpangkat Kompol ke Mabes Polri. Brotoseno kemudian dimutasi ke bagian SDM Polri. Lima tahun kemudian, 11 November 2016, Brotoseno ditangkap tim Bareskrim Polri.

Sebab, Brotoseno dan polisi lain disebut menerima uang dari pengacara kasus dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan periode 2012-2014. Brotoseno diduga menerima Rp 1,9 miliar dalam kasus itu. Dia pun ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya.

Kasus itu pun disidangkan. Dinyatakan terbukti menerima suap, Brotoseno kemudian divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Dia ditahan sejak 18 November 2016 dan bebas bersyarat sejak Februari 2020.

Soal disebutnya Irjen Ferdy Sambo sebagai anggota Komisi Banding Kode Etik itu, baca di halaman selanjutnya...