Nasional

Spekulasi Jokowi Endorse Ganjar-Erick dari Momen CFD Solo, PDIP: Tidak Juga

Tim detikNews - detikJateng
Selasa, 09 Agu 2022 12:01 WIB
Momen Erick Thohir-Ganjar Pranowo dampingi Jokowi di CFD Surakarta
Momen Jokowi disertai Ganjar dan Erick Thohir di CFD Solo, Minggu 7/8/2022 (Foto: Tangkapan layar video)
Solo -

Momen kebersamaan Jokowi jalan santai bersama Ganjar Pranowo dan Erick Thohir di car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (7/8), ditafsirkan sebagai spekulasi terkait 'endorse' politik pasangan Ganjar-Erick untuk Pilpres 2024. PDIP, partai yang menaungi Jokowi dan Ganjar, menegaskan keputusan tentang pemimpin tidak dilakukan di pingir jalan sambil bersenda-gurau.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jokowi dan keluarga hadir di CFD Jalan Slamet Riyadi, Solo pada Minggu (7/8). Malam harinya Jokowi memang menginap di kediaman Solo setelah menghadiri penutupan ASEAN Para Games di Stadion Manahan, Sabtu (6/8) malam.

Turut menyertai jalan santai rombongan keluarga Sang Presiden di CFD tersebut, di antaranya adalah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN Erick Thohir. Dari situlah kemudian spekulasi endorse politik tersebut dimunculkan.


"Bila berjumpa bahasa tubuh keduanya menggambarkan kehangatan," ujar Ketua Ganjarist Eko Kuntadhi seperti dilansir detikNews, Minggu (7/8).

"Apakah kedekatan itu bisa ditafsir endorse dari Pak Jokowi ke Mas Ganjar? Bisa saja orang menafsir begitu. Kita tahu Pak Jokowi itu orang Solo. Beliau banyak menggunakan bahasa simbol dalam komunikasi politiknya," katanya.

Namun PDIP segera menepis spekulasi dari momen jalan bareng di CFD Solo tersebut. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai momen Jokowi jalan sehat bareng Ganjar dan Erick sebagai peristiwa hal yang bisa.

"Memutuskan tentang pemimpin tidak dilakukan di pinggir jalan; tidak juga dilakukan sambil bersenda-gurau. Semua pertimbangan dilakukan dengan matang penuh dengan hikmat kebijaksanaan," ujar Hasto kepada wartawan, Senin (8/8).

"Karena itulah jalan-jalan sehat yang dilakukan oleh Presiden Jokowi merupakan hal yang biasa, dan tidak terkait dengan kepemimpinan 2024," imbuhnya.

Bagi PDIP, Lanjut Hasto, pembahasan secara khusus perihal kepemimpinan nasional 2024, akan dilakukan oleh Ketum Megawati Soekarnoputri di tempat khusus. Hal seperti itulah yang dulu dilakukan Megawati saat memutuskan untuk mencalonkan Jokowi sebagai capres.

"Pembahasan kepemimpinan 2024 akan dilakukan melalui dialog intens, mendalam, kontemplatif; bahkan tempatnya pun sangat khusus. Hal itulah yang nantinya akan dilakukan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri dan hal itulah yang beliau lakukan sebelum mencalonkan Pak Jokowi untuk Pemilu 2014 dan 2019," ujar Hasto.



Simak Video "Ulama se-Jawa Barat Gelar Doa Bersama Dukung Ganjar Presiden 2024"
[Gambas:Video 20detik]
(mbr/aku)