Kena Infeksi Usus, Gadis Solo Ini Buang Air Lewat Selang di Perut

Ari Purnomo - detikJateng
Senin, 08 Agu 2022 15:46 WIB
Faradila Rizki Nuryanti (20) hanya bisa terbaring lemah di bangsal Flamboyan RSUD Dr Moewardi Solo didampingi sang ibu, Dewi Sriyanti (40), Senin (8/8/2022).
Faradila Rizki Nuryanti (20) hanya bisa terbaring lemah di bangsal Flamboyan RSUD Dr Moewardi Solo didampingi sang ibu, Dewi Sriyanti (40), Senin (8/8/2022). (Foto: Ari Purnomo/detikJateng)
Solo -

Faradila Rizki Nuryanti (20) hanya bisa terbaring lemah di bangsal Flamboyan RSUD Dr Moewardi Solo. Putri dari Dewi Sriyanti (40) itu sudah beberapa bulan menderita sejumlah penyakit, mulai dari infeksi usus besar hingga menderita pengecilan paru-paru.

Akibat penyakit yang dideritanya itu, berat badan Fara bahkan mengalami penurunan yang drastis. Jika sebelumnya berat badannya sekitar 40 kilogram, kini Fara hanya memiliki bobot 20 kilogram saja.

Rintihan kesakitan sesekali terdengar ketika Fara hendak menggerakkan tubuhnya. Nyeri di bagian dada yang dirasakannya begitu terasa menyiksa. Selain itu ia juga merasakan iritasi di bagian perut bekas operasi yang pernah dijalaninya.


"Dulu setelah operasi pemotongan usus besar karena ada gumpalan lemak, kini kembali didiagnosa paru," terang ibunda Fara, Dewi saat ditemui detikJateng di rumah sakit, Senin (8/8/2022).

Dewi menceritakan awal mula anaknya terbaring sakit. Warga Pringgolayan RT 3/RW 10, Serengan, Solo, itu mengatakan bahwa awalnya anak sulungnya itu mengeluh sakit perut dan jika makan terus muntah.

"Awalnya mengeluh nyeri perut, kalau makan muntah, kalau malam menggigil tapi tidak meriang, kemudian ditambah diare," terang Dewi.

Kemudian Fara dibawa ke RS PKU Solo dan didiagnosa tipes dan lambung. Tiga hari dirawat Fara pun dibawa pulang karena Dewi kesulitan biaya. Sehari setelahnya, Fara kembali dibawa ke rumah sakit karena mengeluh sakit.

"Sehari di rumah, setelah itu saya bawa ke RS DKT. Sehari di sana, kemudian Fara dirujuk ke RS Dr Moewardi," katanya.

"Fara didiagnosa mengalami penggumpalan lemak di usus besar, sehingga harus dioperasi. Sekarang pakai kantong stoma untuk mengeluarkan fesesnya," urai Dewi.

Dua minggu dirawat pascaoperasi Fara pun diperbolehkan pulang. Tetapi saat kontrol dan menjalani pemeriksaan dengan keluhan sesak dan nyeri dada, Fara didiagnosa mengalami pengecilan paru.

"Paru-paru sebelah kirinya mengecil dan terdapat cairan. Jadi yang normal itu hanya satu sebelah kanan, kini parunya juga dikasih selang untuk mengeluarkan cairan," terang Dewi.

Dengan kondisi tersebut, Dewi mengatakan, anaknya harus kembali menjalani perawatan di rumah sakit.

"Anak saya harus dirawat, karena tidak bisa kalau dibawa pulang," paparnya.

Disinggung mengenai masalah pembiayaan, Dewi menyampaikan, saat ini menggunakan BPJS. Sebelumnya Dewi mengaku harus meminjam uang ke adiknya karena memang tidak punya tabungan atau penghasilan yang mencukupi.

"Selama ini dibantu donatur. Bapaknya sudah tidak ada 5 tahun lalu, saya hanya buruh pabrik borongan di sekitar Panularan. Untuk membiayai, kesulitan, kemarin pinjam sama adik," katanya dengan suara bergetar.

detikJateng sudah menghubungi Pihak RSUD Dr Moewardi terkait pasien Fara tersebut. Namun Humas RSUD Dr Moewardi tidak bersedia memberikan keterangan mengenai kondisi pasien. Kasubbag Hukum dan Humas RSUD Dr Moewardi, Anggita Pratami Langsa, kepada detikJateng mengaku tidak punya kewenangan untuk menyampaikan hal tersebut.



Simak Video "Gaya Jan Ethes Dadah-dadah ke Warga Saat Jalan Santai Bareng Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/mbr)