Terpopuler Sepekan

Titik Balik Abu Bakar Ba'asyir yang Kini Menerima Pancasila

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 07 Agu 2022 14:56 WIB
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir
Abu Bakar Ba'asyir (Foto: Ari Saputra)
Solo -

Abu Bakar Ba'asyir menarik perhatian publik sepekan terakhir. Hal itu setelah ustaz pendiri Ponpes Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo ini mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Pernyataan Abu Bakar Ba'asyir menerima Pancasila terlihat dari video yang diunggah akun Facebook KataKita, Senin (1/8/2022). Abu Bakar Ba'asyir menyinggung Pancasila disetujui oleh ulama.

"Indonesia berdasar Pancasila itu mengapa disetujui ulama, karena dasarnya tauhid, Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini pun pengertian saya terakhir," kata Abu Bakar Ba'asyir berbicara menggunakan mikrofon, seperti dalam video yang dilihat detikJateng, Selasa (2/8).


Sempat Anggap Pancasila Syirik

Abu Bakar Ba'asyir mengakui dulunya dia menganggap Pancasila adalah syirik, namun saat ini pandangannya berubah. Dia pada akhirnya sepakat dengan pandangan umum para ulama Indonesia yang menyetujui Pancasila. Menurutnya tidak mungkin para ulama pendiri bangsa menyetujui Pancasila jika memang dianggap syirik.

"Dulunya saya, Pancasila itu syirik. Saya begitu dulu. Tapi setelah saya pelajari selanjutnya, nggak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik, itu nggak mungkin. Karena ulama itu mesti niatnya ikhlas," ujar Abu Bakar Ba'asyir.

Saat dimintai konfirmasi, putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim, membenarkan adanya video yang beredar tersebut.

"Betul, itu video sudah cukup lama, sekitar tiga atau empat bulan lalu," kata Iim saat dihubungi detikJateng, Selasa (2/8).

Iim menegaskan ayahnya sudah menerima Pancasila sejak lama. Disebutnya, sejak dulu Abu Bakar Ba'asyir menolak jika Pancasila ditarik ke arah anti-Islam.

"Soal bahwa Pancasila ditarik dengan anti-Islam, beliau menolak sejak dulu. Masalahnya ada pihak tertentu yang menarik Pancasila dengan pemahaman yang dibenturkan dengan Islam," jelas Iim.

Menurutnya Pancasila yang diakui Abu Bakar Ba'asyir adalah yang sesuai dengan maksud para pendiri bangsa. Bahkan menurutnya, Ponpes Al-Mukmin Ngruki pun mengajarkan materi Pendidikan Kewarganegaraan kepada para santri.

"Kalau dipahami sesuai aslinya, sebagaimana maksud para pendiri bangsa, beliau tidak pernah ada masalah dari dulu," ujarnya.

"Ngruki juga mengajarkan hal yang sama. Kita pahamkan dasar negara, ada PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). Kita sesuai pemahaman asli dengan referensi sejarah," imbuhnya.

Halaman selanjutnya, jejak Abu Bakar Ba'asyir...