Sekilas Jejak RS Jiwa Mangunjayan yang Kini Jadi RSJD Solo

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 05 Agu 2022 15:37 WIB
Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo.
Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo. Foto: dok IG @rsjdsurakarta
Solo -

Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Arif Zainudin merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Solo. Rumah sakit itu kini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Nama RSJD Arif Zainudin memang kurang begitu dikenal oleh masyarakat. Kebanyakan hanya mengenal sebutan RSJD Solo saja. Bahkan, orang-orang tua lebih sering menyebutnya sebagai Mangunjayan.

Sebutan Mangunjayan itu tidak lepas dari sejarah rumah sakit yang berdiri sejak era kolonial itu. Dikutip dari laman resminya, rumah sakit itu dibangun pada 1918 di kawasan Sriwedari Solo.


Saat itu rumah sakit itu memiliki nama Doorganghuivoor krankzinnigen dan dikenal pula dengan nama Rumah Sakit Jiwa Mangunjayan.

Dalam jurnal berjudul Kajian Perencanaan Kota pada Gedung Bekas RSJ Mangunjayan Sriwedari Solo, Kusumastuti menulis keberadaan rumah sakit itu tidak lepas dari ruang publik Taman Sriwedari yang dibangun oleh Pabu Buwono X yang berkuasa di Keraton Kasunanan Solo pada 1893-1939.

Di jurnal tersebut Kusumastuti menyebut bahwa Rumah Sakit Jiwa Mangunjayan merupakan fasilitas kesehatan yang diperuntukkan bagi warga pribumi. Rumah sakit itu hanya beberapa ratus meter jaraknya dari Panti Rogo, rumah sakit umum yang kemungkinan dibangun dalam waktu yang berdekatan.

Selain itu, dari peta Sriwedari 1927, terdapat jalur penghubung antara RS Mangunjayan dengan Taman Sriwedari. Kusumastuti menduga bahwa rekreasi di Taman Sriwedari menjadi salah satu terapi bagi pasien jiwa di RS Mangunjayan.

Saat itu Taman Sriwedari memang menjadi pusat hiburan bagi masyarakat. Salah satunya adalah dengan keberadaan kebun binatang yang memiliki banyak koleksi, seperti gajah hingga harimau. Masyarakat juga mengenalnya dengan sebutan bonraja.

Namun, kawasan ekonomi yang berkembang di dalam kota membuat Bonraja itu akhirnya dipindah. Kebun binatang itu akhirnya direlokasi di kawasan tepi Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Kentingan, Jebres pada 1983.

Kebun binatang baru itu diberi nama Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau yang dikenal dengan nama Solo Zoo.

Tak lama kemudian, pada 1986, pemerintah juga memutuskan untuk memindah RS Mangunjayan. Sebab, bangunan rumah sakit itu akan digunakan sebagai Gedung Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI).

Lantas, RS Mangunjayan dipindah ke Jalan Ki Hajar Dewantoro yang kini akhirnya berubah sebutan sebagai RSJD Solo.

Entah kebetulan atau tidak, lokasinya juga berada di belakang Taman Jurug yang menjadi tempat relokasi satwa dari Bonraja.



Simak Video "Kebakaran Rumah Sakit Jiwa Solo Akibatkan 2 Pasien Tewas!"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/apl)