14 Gejala Long COVID yang Umum Terjadi, Batuk hingga Sulit Konsentrasi

Tim detikHealth - detikJateng
Selasa, 19 Jul 2022 02:00 WIB
Sederet Gejala Long COVID-19, Tak Hilang-hilang Meski Sudah Sembuh
Sederet Gejala Long COVID-19, Tak Hilang-hilang Meski Sudah Sembuh. Foto: infografis detikHealth
Solo -

Meski kasus COVID-19 di Indonesia disebut melandai, jumlah kasus aktifnya terus bertambah tiap hari. Di sisi lain, masih ada sejumlah penyintas COVID-19 yang mengalami Long COVID alias efek jangka panjang setelah terjangkit virus tersebut. Berikut 14 gejala Long COVID yang tak bisa dianggap sepele.

Dilansir detikJateng dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Senin (18/7/2022), gejala Long COVID yang dialami para penyintas COVID punya durasi yang berbeda. Ada penyintas yang mengalaminya selama beberapa minggu, tak sedikit pula yang sampai beberapa bulan.

Menurut CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, badan kesehatan masyarakat nasional AS, ada 14 gejala umum Long COVID. Lagi-lagi, ada penyintas yang hanya mengalami satu gejala saja. Namun, ada pula penyintas yang mengalami beberapa gejala sekaligus.


Berikut 14 gejala umum Long COVID menurut CDC.

1. Napas pendek
2. Letih dan lelah
3. Sulit konsentrasi dan berpikir (brain fog)
4. Batuk-batuk
5. Sakit kepala
6. Nyeri otot
7. Jantung berdebar
8. Perubahan mood
9. Diare
10. Masalah tidur
11. Pusing dan sakit kepala
12. Perubahan indra pengecap atau perasa
13. Perubahan siklus menstruasi
14. Rasa seperti tertusuk-tusuk jarum.

Menurut Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, dikutip dari detikHealth, sulit berkonsentrasi dan berpikir atau brain fog adalah gejala Long COVID yang paling banyak dilaporkan di Indonesia.

Gejala Long COVID satu ini juga banyak dirasakan oleh para tenaga kesehatan (nakes) yang pernah terinfeksi virus COVID-19 varian Omicron.

"Laporan penyintas varian Omicron mengalami Long COVID, ada dan memang terjadi. Hanya angka kejadiannya belum banyak. Gejala yang sering ditemui adalah brain fog, beberapa nakes mengalami itu," kata Prof Zubairi kepada detikHealth.

Sementara itu penambahan kasus COVID-19 di Indonesia sehari terakhir terbilang sedikit melandai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Meski demikian, jumlah kasus aktifnya naik 956 kasus menjadi 27.550 kasus, dilansir dari detikHealth.



Simak Video "WHO Jelaskan Cara Mengidentifikasi Kondisi Long Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ahr)