Marak Kios Pasar Tradisional Solo Dijual Online, Gibran Ancam Cabut SHP

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Rabu, 13 Jul 2022 21:02 WIB
Kios pasar tradisional dijual di marketplace. Foto diunggah Rabu (13/7/2022).
Kios pasar tradisional dijual di marketplace. Foto diunggah Rabu (13/7/2022). (Foto: dok. istimewa)
Solo -

Praktik jual beli kios pasar tradisional milik Pemkot Solo kembali terjadi. Kali ini ada sejumlah kios yang secara terang-terangan dijual ataupun disewakan secara ilegal melalui marketplace.

Iklan penjualan kios itu salah satunya terpasang di OLX dan beberapa situs jual beli lainnya. Pantauan detikJateng, sedikitnya ada tiga kios yang diiklankan. Salah satunya kios Pasar Legi yang disewakan seharga Rp 50 juta per tahun. Sayangnya iklan ini sudah dihapus hari ini.

Iklan dua kios lainnya masih dapat diakses hari ini, yakni kios Pasar Ngarsopuro dan Pasar Nongko. Kios Pasar Ngarsopuro dijual 145 juta dan kios Pasar Nongko dijual Rp 225 juta.


Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku belum mengetahui hal tersebut. Namun dia berjanji akan segera mengeceknya.

"Nanti saya cek dulu. Tapi itu jelas tidak boleh diperjualbelikan," kata Gibran di Balai Kota Solo, Rabu (13/7/2022).

Gibran mengatakan Dinas Perdagangan akan segera mencari pemilik kios tersebut. Dia mengancam akan mencabut surat hak penempatan (SHP) pengguna kios tersebut.

"Nanti SHP-nya saya cabut," ujar dia.

Aturan terkait larangan menjual kios tertulis dalam Pasal 35 ayat 1b Peraturan Daerah (Perda) Kota Solo Nomor 1 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pasar Tradisional.

Isinya bahwa pedagang di dalam pasar dilarang mengalihkan SHP, KTPP, SKRD dan/atau SSRD kepada orang lain yang tidak berhak untuk digunakan seolah-olah sebagai pemakai tempat dhasaran yang sah. Selain itu, pada Pasal 35 ayat 1k, pedagang juga dilarang menjaminkan SHP kepada pihak ketiga.



Simak Video "Aksi Gibran Rakabuming Naik Kuda di Solo Batik Carnival"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)