Mantan Presiden ACT Penuhi Panggilan Bareskrim soal Kasus Penilapan Dana

Nasional

Mantan Presiden ACT Penuhi Panggilan Bareskrim soal Kasus Penilapan Dana

Tim detikNews - detikJateng
Senin, 11 Jul 2022 13:52 WIB
Mantan Presiden ACT Ahyudin (Azhar-detikcom)
Foto: Mantan Presiden ACT Ahyudin (Azhar-detikcom)
Solo -

Mantan Presiden Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait dugaan penyimpangan dana. Pengacara menyebut pemeriksaan masih terkait legalitas ACT.

"Baru masuk, dengan saya, cuma kita beda pintu. (Ahyudin) masuk lewat depan," kata pengacara Ahyudin, Teuku Pupun Zulkifli, di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, demikian dilansir detikNews, Senin (11/7/2022).

Pupun menyebut pihaknya belum membawa dokumen terkait keuangan dalam agenda hari ini.


"Belum masuk ke arah sana (keuangan). Masih seputar legalitas dengan ACT, tapi kita lihat perkembangan ke depan, kan masih ada beberapa tahapan ya," ujarnya.

Sementara sebelumnya, Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawa menyarankan pihak ACT membawa dokumen terkait keuangan dan operasional. Dalam pemanggilan hari ini, manajer operasional dan bagian keuangan ACT juga akan diperiksa.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri saat ini terus menyelidiki adanya penggelapan dana bantuan yang melibatkan yayasan Aksi Cepat Tangggap (ACT). Terbaru, Polri menemukan adanya dugaan penggelapan dana bantuan bagi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 pada 2018 silam.

"Bahwa pengurus yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam hal ini saudara Ahyudin selaku pendiri merangkap ketua, pengurus, dan pembina serta Ibnu Khajar selaku ketua pengurus melakukan dugaan penyimpangan sebagian dana sosial/CSR dari pihak Boeing tersebut untuk kepentingan pribadi masing-masing berupa pembayaran gaji dan fasilitas pribadi," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramdhan kepada wartawan, Sabtu (9/7).

Hasil penyelidikan polisi menemukan dugaan ACT menggelapkan dana bantuan tersebut. Pihak ACT disebut tidak pernah melibatkan ahli waris dalam penyusunan hingga penggunaan dana CSR yang disalurkan pihak Boeing.

"Pada pelaksanaan penyaluran dana sosial/CSR tersebut para ahli waris tidak diikutsertakan dalam penyusunan rencana maupun pelaksanaan penggunaan dana sosial/CSR tersebut dan pihak yayasan ACT tidak memberi tahu kepada pihak ahli waris terhadap besaran dana CSR yang mereka dapatkan dari pihak Boeing serta penggunaan dana CSR tersebut," ujar Ramadhan.



Simak Video "Terkuak! ACT Potong 20-30% Dana Umat untuk Operasional"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/apl)