Ganjar Akui Kelemahan PPDB SMA/SMK Jateng: Distribusi Sekolah Tak Merata

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Selasa, 05 Jul 2022 21:54 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Magelang, Senin (27/6/2022).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Magelang, Senin (27/6/2022). (Foto: Eko Susanto/detikJateng)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku terus melakukan evaluasi terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK Negeri di Jateng. Salah satunya terkait ketersediaan sekolah yang belum merata.

Ganjar mengatakan pelaksanaan PPDB setiap tahun menjadi evaluasi. Namun kendala masih ada hingga saat ini yaitu terkait distribusi sekolah. Ia berharap ada pembangunan sekolah di daerah yang memang belum ada sekolahannya.

"Dari PPDB selalu jadi evaluasi, sistem ini harus dilaksanakan, kelemahannya distribusi sekolah tidak merata. Maka kalau mau dilanjut harus dibuat sekolah di beberapa tempat yang memang kosong. Kalau tidak, cara penentuannya (zonasi) tidak boleh bulet, harus agak lonjong mengikuti area-area pembagian itu. Ini evaluasi kami terus menerus," kata Ganjar usai membuka acara Musyawarah Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia Jawa Tengah, di MG Setos Semarang, Selasa (5/7/2022)


Saat ini langkah yang diambil yaitu membuat kelas virtual untuk beberapa sekolah untuk mengakomodir siswa yang di sekitarnya tidak ada sekolah. Ganjar juga mengusulkan sekolah dua shift, namun ia mengakui ada kendala di sumber daya manusianya.

"Ada model ekstrem, kalau mau dibuat sekolah itu selesainya jam berapa sih? Kenapa tidak sekolah siang? Sehingga dua shift. Tapi ide ini membutuhkan pemikiran mendalam karena sumber daya terbatas. Tapi kalau mau dipakai wabilkhusus (khususnya) di daerah tertentu yang tidak tercover sekolah, sebenarnya penting. Ini belum. Yang sudah baru yang virtual," jelasnya.

Selain itu Ganjar menegaskan aduan-aduan terus ditangani oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah. Salah satunya sempat ada akun calon peserta didik yang diduga diretas namun berhasil diambil alih kembali.

"Ada komplain itu 8 anak yang katanya mungkin kena hack. Saya minta dibetulin. Alhamdulillah beritanya sudah diperbaiki dan lolos semua. Ada plus minusnya. Kami gandeng ORI (Ombudsman Republik Indonesia) dan ORI pantau terus," jelasnya.

Untuk diketahui hasil PPDB SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah 2022 sudah diumumkan. Dari daya tampung SMA/SMK negeri di Jateng sebanyak 217.745 orang, terserap 216.107 peserta didik.

Ganjar menegaskan bagi yang belum diterima di sekolah negeri bisa melanjutkan ke sekolah swasta. Ganjar bahkan mengakui ada banyak yang menghubunginya untuk menitipkan anaknya ke sekolah yang diinginkan.

"Memang tidak bisa dipungkiri semua menginginkan SMA/SMK tertentu yang mau dituju dan ada yang minta tolong pada saya, ada yang minta tolong ke saya ada yang baik-baik ada yang marah-marah, udah banyak sekali. Sebenarnya yang ingin saya sampaikan ke publik adalah fairness-nya. Kita mau tidak berintegritas? Mau tidak menggunakan sistem? Mau nggak tidak kolusi? Mau nggak tidak nepotisme? ternyata ada yang tidak mau," jelas Ganjar.

"Kalau tidak diterima bisa di sekolah swasta. Biasanya alasannya kan biaya, ada beasiswa kok dan beberapa daerah dari sisi zona terlalu jauh karena sedikitnya sekolah sebenarnya bisa gunakan kelas virtual. Nah, kelas virtual inilah solusi yang kita kembangkan," imbuhnya.



Simak Video "Momen Ganjar Diserbu Peserta Rakernas II PDIP untuk Selfie"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)