Heboh Wawali Tegal Lompat Partai-Didesak Mundur

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 03 Jul 2022 09:21 WIB
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tegal, M Jumadi.
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tegal, M Jumadi yang kini menjadi kader PDIP (Foto: Imam Suripto/detikJateng)
Solo -

Wakil Wali Kota Tegal, M Jumadi, menjadi sorotan usai lompat partai dari Partai Demokrat ke PDIP. Jumadi pun didesak mundur dari jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Tegal periode 2019-2024.

Hal itu disampaikan juru bicara partai koalisi, Nur Fitriani. Koalisi pengusung Jumadi pada Pilkada 2018 yakni Partai Gerindra, Demokrat, PKS, PAN dan PPP.

"Saya mohon dengan sangat, partai koalisi memberikan waktu kepada M Jumadi untuk berpikir dan mundur dari jabatan Wakil Wali Kota Tegal periode ini," kata Nur pada Senin (27/6/2022).


Perwakilan partai koalisi pengusung pun sudah memanggil Jumadi untuk klarifikasi terkait kepindahannya dari Demokrat ke PDIP. Partai koalisi pun meminta Jumadi untuk mundur meski tidak ada regulasi yang mengatur.

Nur menyebut partai koalisi menanti sikap jantan Jumadi yang mundur dari keanggotaan partai pengusung.

"Secara hukum memang tidak ada yang dilanggar. Itulah menjadi sebuah pemikiran partai koalisi. Kita kasih waktu," terang Nur.

"Dia (Jumadi) saat pertemuan bilang saya gentlemen. Ya kalau dia tunjukkan, mundur. Tidak menggunakan keringat kami untuk kepentingan wakil wali kotanya yang sekarang ini diamanatkan kepadanya," lanjut dia.

Desakan mundur ini pun direspons dingin oleh Jumadi. Dia berkukuh tak ada regulasi yang mengatur masalah pejabat politik harus mundur karena berpindah partai.

"Kalau saya didesak mundur, saya kira tidak ada regulasi soal itu. Tidak ada aturan kalau pindah partai harus mundur. Jadi tidak masalah kan," terang Jumadi saat dihubungi Selasa (28/6).

Jumadi pun mengaku bakal fokus bekerja sesuai dengan aturan. Dia bakal tetap menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil wali kota di Tegal.

"Harus tetap menjalankan tugas sampai masa bakti berakhir. Menjalankan fungsi sebagai wakil wali kota di Pemkot Tegal," tegasnya.

Di sisi lain, Jumadi mengaku tak punya masalah dengan Partai Demokrat yang mengusungnya maju di Pilwalkot Tegal. Dia mengaku keluar dengan baik-baik.

"Saya keluar juga baik-baik kan. Saya mundur per 12 April 2021 disampaikan ke Ketua DPP sekaligus DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, yang notabene saya sampaikan secara baik-baik. Saya juga menyampaikan terima kasih selama di Partai Demokrat dan keluar ke PDI Perjuangan," jelas Jumadi.



Simak Video "Politisi Senior PDIP Sebut SBY Fasih Bicara soal Jegal Pencapresan"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ams)