Dinas Beri Pendampingan Murid Korban Chat Mesum Guru di Magelang

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 01 Jul 2022 20:50 WIB
Ilustrasi wanita menggunakan ponsel
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/nathaphat)
Magelang -

Pemkab Kabupaten Magelang berkoordinasi dengan sekolah tempat murid dikirimi chat mesum oleh gurunya. Hal ini dilakukan untuk tindak lanjut pendampingan yang akan diberikan kepada korban.

"Teman-teman baru koordinasi ke sekolah, ke keluarga, terus melakukan assessment dulu. Kita harus tahu seperti apa untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya apakah nanti ada pendampingan psikolog dan lain sebagainya untuk memulihkan trauma dan sebagainya," kata Plt Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Sosial PPKBPPPA) Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso saat dihubungi, Jumat (1/7/2022).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Magelang, Khudoifa mengatakan pihaknya bersama dengan Pemkab Magelang sudah ke sekolah korban. Untuk diketahui, sekolah tempat korban secara administrasi berada di Kota Magelang. Namun statusnya di bawah Pemkab Magelang.


"Pelaku dan korban orang kabupaten. Kita ikut mendampingi ke sekolah. Kalau kita dibutuhkan terus komunikasi dengan kabupaten. Kita sama-sama melindungi anak," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang guru Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Magelang berinisial R diduga mengirim chat bernada mesum ke muridnya. Polisi membenarkan adanya kasus yang juga heboh dibahas di platform media sosial itu.

"Kejadian pelecehan ini ada di media sosial dan secara fisik tidak terjadi, tapi melalui media sosial," kata Kapolres Magelang AKBP Yolanda Evalyn Sebayang kepada wartawan saat ditemui di Gunung Tidar Kota Magelang, Jumat (1/7).

Dugaan pelecehan seksual ini terungkap setelah korban mengunggah chat mesum dari guru tersebut di media sosial. Polisi pun mengimbau korban melapor ke polisi agar kasus ini bisa diusut tuntas.

"Kepolisian bisa menindak manakala ada laporan dari korban dan istilahnya viralnya ini. Kita tidak menutup kemungkinan bahwa korban-korban yang pernah ada sebelumnya, kalau dari kita tetap menyarankan supaya korban itu melapor supaya ada efek jera kepada para pelaku pelecehan seperti itu," jelas Yolanda.

Sementara itu, pihak sekolah tempat R mengajar membenarkan adanya kasus ini. Pihak sekolah telah melakukan pemanggilan terhadap guru tersebut untuk klarifikasi. Hasilnya, sang guru mengakui dan pihak sekolah memberhentikannya sebagai tenaga pendidik.



Simak Video "Terjadi Lagi! Aksi Pelecehan Seksual di TransJakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ahr)