Heboh Guru Madrasah di Magelang Diduga Kirim Chat Mesum ke Murid

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 01 Jul 2022 18:22 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Ilustrasi chat (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen)
Magelang -

Seorang guru Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Magelang berinisial R diduga mengirim chat bernada mesum ke muridnya. Polisi membenarkan adanya kasus yang juga heboh dibahas di platform media sosial itu.

"Kejadian pelecehan ini ada di media sosial dan secara fisik tidak terjadi, tapi melalui media sosial," kata Kapolres Magelang AKBP Yolanda Evalyn Sebayang kepada wartawan saat ditemui di Gunung Tidar Kota Magelang, Jumat (1/7/2022).

Dugaan pelecehan seksual ini terungkap setelah korban mengunggah chat mesum dari guru tersebut di media sosial. Polisi pun mengimbau korban melapor ke polisi agar kasus ini bisa diusut tuntas.


"Kepolisian bisa menindak manakala ada laporan dari korban dan istilahnya viralnya ini. Kita tidak menutup kemungkinan bahwa korban-korban yang pernah ada sebelumnya, kalau dari kita tetap menyarankan supaya korban itu melapor supaya ada efek jera kepada para pelaku pelecehan seperti itu," jelas Yolanda.

Menurut Yolanda, harus ada perlindungan terhadap korban pelecehan seksual. Termasuk di kasus ini.

"Itu (kejadian) dalam jangka yang panjang akan menjadi beban moral seumur hidupnya. Jadi kita harapkan media juga tidak mem-publish hal seperti ini (korban) supaya teredukasi kalau media bisa meng-keep korban maka korban itu akan berani untuk melapor," ujarnya.

"Ya kalau memang korbannya ada, kita minta supaya (melapor). Tidak hanya kejadian ini kan kejadian seperti ini bisa akan selalu terjadi. Kita mengharapkan setiap ada kejadian yang seperti ini korban itu berani untuk melapor dan tadi memang harus memberikan jaminan kepada korban untuk tidak di-publish," imbuhnya.

Sementara itu, pihak sekolah tempat R mengajar membenarkan adanya kasus ini. Pihak sekolah telah melakukan pemanggilan terhadap guru tersebut untuk klarifikasi.

"Sebetulnya sangat menyesal kejadian seperti ini. Saya berharap selesai lah di media sehingga tidak berpanjang-panjang. Karena madrasah kan bagian dari lembaga pendidikan," kata kepala sekolah tempat R mengajar, Handono, saat ditemui di sekolahnya.

Handono menjelaskan, guru tersebut mengajar Matematika sejak tahun 2016. Sejauh ini yang diketahui sekolah, korban hanya satu orang.

"Yang saya tahu ya ini saja (korban). Ya saat ini," jelasnya.



Simak Video "Terjadi Lagi! Aksi Pelecehan Seksual di TransJakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ahr)