Akui Kirim Chat Mesum ke Murid, Guru Madrasah di Magelang Dipecat

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 01 Jul 2022 19:23 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Magelang -

Guru Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Magelang inisial R yang mengirim chat mesum kepada siswinya diberhentikan dari sekolah. Dari klarifikasi yang dilakukan pihak sekolah, R mengakui mengirim chat mesum tersebut.

Kepala sekolah tempat R mengajar, Handono mengatakan, pihak sekolah sudah melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Pihaknya kemudian mengambil keputusan memberhentikan guru tidak tetap (GTT) yang mengajar Matematika tersebut.

"Kami sudah lakukan semua, klarifikasi sudah, diberhentikan pelakunya sudah. Sudah klarifikasi ke orang tuanya dan anaknya sudah," kata Handono saat ditemui di sekolahnya, Jumat (1/7/2022).


Dari klarifikasi yang sudah dilakukan, terungkap bahwa chat mesum dikirim R pada Jumat (17/6). Kemudian chat mesum tersebut viral di media sosial pada Rabu (29/6). Pihak sekolah pun menyesalkan kejadian ini.

"Akhirnya kita ambil langkah seperti itu (memberhentikan). Saya berharap selesai lah di media sehingga tidak berpanjang-panjang. Karena madrasah kan bagian dari lembaga pendidikan," tutur Handono

"Yang dari chat itu, iya (mengakui). Catatannya di sini semua ada," tambah Handono.

Saat disinggung perihal tindakan hukum kepada R, Handono menyampaikan jika hal tersebut bukan menjadi kewenangannya. Kewenangan yang dilakukan sekolah adalah memberhentikan yang bersangkutan.

"Kalau hukum kan bukan wewenang kita ya. Pokoknya sudah kita sampaikan, sudah kita selesaikan antara itu saja," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Magelang, Panut mengaku sangat menyesalnya adanya kejadian ini.

"Dalam langkah saya ingin klarifikasi apa yang sedang terjadi. Tadi pas saya ke sini, posisi Pak Kepala (sekolah) lagi penyelesaian dengan yang unggah itu di TikTok," katanya.

Terkait antisipasi ke depannya, kata Panut, pihaknya akan memberikan bimbingan kepada guru dan ustaz.

"Jadi tidak hanya di madrasah termasuk teman-teman yang ada di lembaga keagamaan. Mohon maaf kan sebelum ini sudah terjadi pada guru ngaji (kasus di Tempuran beberapa waktu lalu), saat itu saya terus turun ke bawah dalam rangka untuk memberikan pemahaman, pembinaan agar tidak terjadi. Termasuk, saya hari Selasa mengumpulkan kepala-kepala dengan guru-guru di Kantor, termasuk untuk memberikan itu," jelasnya.



Simak Video "Polisi Ciduk Pria Ngaku Anggota Brimob Tipu Janda di Kudus"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/rih)