Kesehatan

Pengin Makan Masakan Laron dan Belalang Khas Gunungkidul tapi Alergi?

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Selasa, 28 Jun 2022 20:53 WIB
Sri Lestari, pedagang belalang goreng di Gunungkidul.
Sri Lestari, pedagang belalang goreng di Gunungkidul. Foto: dok Pribadi
Gunungkidul -

Belalang goreng merupakan salah satu masakan khas dari Gunungkidul. Makanan ini selalu tersedia di pusat oleh-oleh yang ada di kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Selain belalang, ada pula masakan khas Gunungkidul lainnya yang terbuat dari laron. Biasanya, laron dimasak dengan cara digoreng, dibikin bothok dan peyek. Sayangnya, laron hanya bisa ditemukan saat musim hujan.

Namun, tentunya tidak semua orang bisa makan masakan laron dan belalang. Tak jarang ada yang merasa jijik. Selain itu, sebagian juga alergi terhadap makanan itu.


Lantas, kalau tubuh alergi saat makan laron dan belalang, bagaimana jika masih ingin mencicipinya?

Maaf, ternyata tidak ada cara lain selain harus menghindarinya.

"Jadi kalau sudah pernah alergi (makan laron) harus dihindari," kata Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty kepada detikJateng, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya, orang yang alergi setelah makan makanan tertentu memang bisa diobati. Namun tidak ada obat yang bisa membuat orang terhindar dari alergi.

"Kalau sudah terjadi alergi, baru diobati. Banyak jenis obatnya. Tapi kalau dicegah misal minum obat dulu (sebelum makan), tidak bisa" ujarnya.

Menurut Dewi, alergi merupakan respons tubuh terhadap benda asing yang pada umumnya berupa molekul protein. Sedangkan respons tubuh setiap orang selalu berbeda.

Hal itu yang membuat respons seseorang terhadap makanan tertentu seperti laron, belalang, udang hingga makanan laut berbeda dengan respons orang lain.

Bahkan, bagi orang yang sama-sama alergi terhadap makanan tertentu, gejalanya juga bisa berbeda.

"Ada yang rasa gatal di kulit, ada yang sesak napas karena pembengkakan saluran napas ada yang syok dan lain-lain. Padahal sama-sama makan laron dan semuanya alergi laron," ujarnya.



Simak Video "Penampakan Serbuan Laron 'Teror' Pengendara di Jembatan Kali Porong"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)