Deretan Kasus Ngerinya Serangan Babi Hutan di Jawa Tengah

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 24 Jun 2022 07:20 WIB
Salah seorang korban amukan babi hutan di Banyumas. (dok.detikcom)
Solo -

Kasus babi hutan menyerang manusia kerap menjadi momok bagi warga yang beraktivitas dekat dengan pertanian maupun hutan. Tak jarang serangan babi hutan ini juga mengakibatkan korbannya hingga menjalani rawat inap di rumah sakit.

Dari catatan detikJateng, selama kurun waktu 2019-2022 ada tiga kasus serangan babi hutan. Kasus terbanyak yakni pada 2022 sudah ada dua kasus serangan babi hutan yang terjadi dalam waktu berdekatan dalam rentang Mei dan Juni, yakni di Brebes dan teranyar di Kabupaten Magelang.

Dirangkum detikJateng berikut deretan serangan babi hutan tersebut:

1. Babi hutan serang 4 warga Banyumas, 1 orang tewas

Warga Grumbul Peninis, Desa Windijaya, Kecamatan Kedungbanteng digegerkan dengan serangan babi hutan. Akibat peristiwa ini empat orang terluka, dan satu di antaranya tewas.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 2 Juni 2019, pukul 10.30 WIB. Keempat korban luka yakni Maksum, Warsinah, Rahmat Suwaryo, dan Karsikin dilarikan ke RS Islam Purwokerto.

Salah seorang anggota Polsek Kedungbanteng, Aiptu Pandi mengatakan bahwa salah seorang korban yaitu Maksum diserang babi hutan saat akan berangkat mencari rumput. Namun saat melewati belakang rumahnya, tiba-tiba ada babi hutan yang menyeruduk dan lari ke arah timur dan kembali menyeruduk warga lain, Warsinah yang sedang mencari cengkeh.

"Babinya cuma satu, lalu lari ke arah timur di situ ada Ibu Warsinah, ini usia 70 tahun sedang mencari daun cengkeh, di situ juga diserang," jelas Pandi kala itu.

"Setelah itu, Bapak Rahmat melihat ibu itu diserang kemudian menolong dan setelah itu dia keduanya diserang. Saat warga datang, babi itu lari ke arah Grumbul Depok di situ nyerang lagi satu lagi (Karsikin yang sedang mencari rumput)," lanjutnya.

Sementara korban, Rahmat Suwaryo, mengaku langsung diserang celeng saat berusaha menolong Warsinah hingga tak sadarkan diri. Dia mengaku diseruduk, serta diinjak babi yang mengamuk. Akibatnya, tubuhnya terkena taring babi dan mengalami luka robek sepanjang 9 sentimeter.

"Begitu saya kena serudukan, saya sudah tidak berdaya, udah saya tidak tahu diapain, saya sudah tidak sadar," kata Rahmat yang kala itu ditemui di ruang perawatan RSI Purwokerto.

Amukan babi hutan mengakibatkan 5 warga luka di Banyumas. Satu orang meninggal dunia, (3/7/2019). Foto: dok.detikcom

Dia menyebut kondisi Warsinah sudah parah akibat diseruduk dan digigit babi tersebut. Menurutnya, babi hutan yang menyerangnya itu berukuran sangat besar dan diperkirakan beratnya lebih dari satu kuintal.

"Saya pakai parang panjang, saya sempat bacok dia sampai tiga kali, bekas lukanya juga keluar darah semua itu. Cuma saking tebalnya kulit celeng itu, tidak tembus, ujung parang saja saya tusukan tidak mempan, kulitnya tebal banget," jelasnya.

Serangan babi hutan itu pun dirasakan Rahmat berlangsung cepat, bahkan menurutnya hanya dalam hitungan detik. Namun, serangan kepada Warsinah dirasakan berlansung lebih lama.

"Begitu massa datang lagi dan ada yang bawa parang dan bawa senapan angin. Tiga kali tembakan senapan angin itu saya dengar celeng itu langsung lari. Tapi ukuran pelurunya kecil, ada yang kasih kayu aja kayunya sampai remuk digigit kuat sekali tenaganya," ujar dia.



Simak Video "Video: Heboh Babi Hutan Masuk Rumah Warga di Serdang Bedagai, 1 Orang Terluka"

(ams/ams)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork