Babi hutan (Sus scrofa) mengamuk di beberapa wilayah di Jawa Barat. Baru dua wilayah yang diketahui mengharuskan hewan bertaring ini bersinggungan dengan manusia di habitat manusia, yaitu di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Kuningan.
Hewan yang jika berat badannya 100-150 kilogram ini, punya kekuatan berlari 50 kilometer per jam dan punya kekuatan seruduk yang sanggup merobohkan manusia hingga menyebabkan dampak buruknya berupa patah tulang.
Hewan yang punya tempat di dalam legenda Sunda ini, yakni sebagai babi jelmaan bidadari bernama Wayung Hyang yang merupakan ibunda Dayang Sumbi dalam cerita Sangkuriang, sejatinya tidak akan menyerang manusia, jika tidak terancam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancaman yang dimaksud bukan saja ancaman secara face to face, melainkan juga ancaman sistemik seperti hutan yang kerontang sehingga tidak terdapat sumber air di sana.
"Banyak faktor penyebabnya, di antaranya sumber air, atau karena banyaknya pemburu liar masuk ke hutan terdekat," kata Humas Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Ery Mildrayana, Selasa (4/8/2026) seperti dilansir detikJabar.
Dalam situasi konflik antara manusia dengan babi hutan, selalu saja ada jalan selamat dari serudukan hewan ini. Di bawah ini, detikJabar merangkum sejumlah cara agar terhindar dari serudukan sang babi.
Babi Hutan Malas Berjumpa Manusia
Sejatinya, babi hutan malas untuk berjumpa dengan manusia, Sebab, manusia bisa berbalik menyerang hewan itu dengan segenap benda yang bisa mereka jangkau sebagai alat perlindungan diri.
Dikutip dari laman Adventure, dikatakan babi hutan sangat kecil kemungkinannya menyerang manusia kecuali para babi itu terprovokasi. Selain itu, jikapun menyerang, dampaknya tidak sampai membuat manusia tewas.
"Hanya ada empat kasus kematian yang tercatat di AS (akibat serudukan babi, red) sejak tahun 1800-an," tulis laman tersebut.
Secara global, menurut studi yang dikutip laman tersebut, hingga tahun 2013 hanya ada 412 serangan babi hutan kepada manusia yang tercatat sepanjang rentang waktu 182 tahun.
6 Cara Terhindar dari Serudukan Babi Hutan
Babi Hutan Foto: (AP) |
Babi Hutan di dalam bahasa Sunda disebut 'Bagong', dan tips agar selamat dari serudukan babi hutan ini dikutip dari laman Adventure:
1. Perhatikan Jarak
Kalau anda melihat babi hutan di jarak tertentu yang cukup jauh, hal yang paling masuk akal adalah menghindari babi itu. Tapi, jika anda malah terpaku karena tegang dan bersitatap dengan si babi yang juga tidak menjauh, perhatikan ruang untuk anda berlari zigzag atau untuk memberi ruang melintas baginya.
"Anda harus berbelok atau berbalik untuk memberinya ruang yang cukup," katanya.
2. Kendalikan Anjingmu
Jika kebetulan pergi ke hutan membawa anjing, atau babi hutan masuk ke perkampungan yang di sana ada anjing, upayakan agar anjing-anjing dalam keadaan terkendali.
"Babi hutan tidak terlalu menyukai anjing dan mungkin merasa terancam oleh anjing Anda, jadi jagalah anjing Anda tetap terikat tali dan dekat dengan Anda.
3. Jangan Iseng Memberi Makan
Jangan mencoba memberi para babi makanan. Betapapun lucunya anak-anak babi hutan yang berlarian loncat-loncat, jangan diberi makan karena itu dapat membuat jarak antara manusia dan babi hutan sangat dekat.
"Selain itu, manusia yang memberi makan satwa liar justru menarik mereka ke daerah perkotaan dan kita ingin mereka tetap berada di alam liar," tulis laman itu.
4. Jangan lari
Perjumpaan dengan satwa liar memang mengejutkan dan membuat kita selalu ingin lari dengan cepat untuk menghindari mereka. Hal ini, juga pada saat menghadapi babi hutan, "dapat memicu respons pengejaran di mana beberapa saat sebelumnya babi hutan itu tidak terlalu tertarik pada kita."
5. Cari Tempat Tinggi
Jika seekor babi hutan menyerang, sudah semestinya kita mencari tempat yang tinggi agar selamat. Bisa dengan memanjat pohon atau atap mobil jika kebetulan mereka melintas ke jalanan. Meski hewan bertubuh kekar ini dapat bergerak dengan kecepatan 25 mil per jam, kaki pendek mereka tidak memungkinkan menjangkau manusia di tempat tinggi.
6. Lawan Balik
Melawan balik babi hutan adalah keputusan terakhir yang harus diambil jika cara-cara sebelumnya tidak memungkinkan karena alasan ruang gerak.
Melawan balik dilakukan dengan menggunakan apa pun yang kita miliki untuk membela diri, seperti tongkat atau galah .
"Cobalah untuk tetap berdiri dan terus melawan sampai mereka menyerah. Sebagian besar serangan babi hutan berlangsung singkat, kurang dari satu menit, dan kita harus segera mencari pertolongan medis setelahnya." tulis laman itu.
(yum/yum)

