Teror Babi Hutan di Bandung Barat, Korban Dijahit 20 Kali

Teror Babi Hutan di Bandung Barat, Korban Dijahit 20 Kali

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 03 Agu 2026 13:18 WIB
Babi hutan serang warga kbb sampai terluka
Babi hutan serang warga kbb sampai terluka (Foto: Istimewa)
Bandung Barat -

Warga Kampung Cirawa, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) digemparkan oleh masuknya seekor babi hutan ke area pemukiman. Hewan liar tersebut tidak hanya memicu kepanikan, tetapi juga menyerang dua orang warga hingga mengalami luka serius.

Insiden ini sempat terekam dalam video yang viral di media sosial. Dalam cuplikan tersebut, babi hutan berwarna abu tua itu tampak terdesak dengan sebilah tombak kayu yang masih menancap di punggungnya. Warga yang mengepung lokasi berteriak histeris, berusaha mencegah hewan itu melarikan diri ke arah kerumunan anak-anak dan perempuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, membenarkan peristiwa tersebut. "Betul kami terima informasi soal adanya seekor babi hutan yang masuk ke permukiman lalu menyerang seorang warga sampai terluka. Kejadiannya Sabtu (30/7/2026) sore," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).

Salah satu korban adalah Asid (65). Lansia tersebut awalnya mengira babi hutan itu adalah domba yang lepas dari kandang. Berniat mengusir hewan tersebut agar menjauh dari rumahnya, Asid justru menjadi sasaran amukan.

ADVERTISEMENT

"Namun ternyata babi hutan itu langsung menyerang korban. Korban mengalami luka di bagian kaki dan tangannya akibat serangan babi hutan itu, dan saat ini mendapatkan perawatan oleh keluarga," jelas Gofur.

Amukan babi hutan berlanjut saat warga mencoba melakukan pengepungan. Seorang warga lain bernama Pela turut menjadi korban serangan hingga harus dilarikan ke puskesmas karena luka yang cukup dalam.

"Untuk korban atas nama Pela, berdasarkan keterangan dari warga luka tangannya cukup parah kemudian harus dijahit sampai lebih dari 20 jahitan di puskesmas. Saat ini korban sudah berada di rumahnya," tambah Gofur.

Setelah melukai warga, babi hutan tersebut dilaporkan melarikan diri ke kawasan hutan Perhutani dan menghilang. Berdasarkan penelusuran di lapangan, kemunculan hewan liar ini diduga dipicu oleh aktivitas perburuan di hutan belakang pemukiman yang membuat babi tersebut terdesak.

"Informasi dari warga sekitar bahwa pada hari itu terdengar suara anjing yang menggonggong kemungkinan sedang ada orang yang berburu babi hutan di kawasan hutan perhutani, kemungkinan babi hutan tersebut lari ke pemukiman warga karena sedang diburu oleh anjing milik para pemburu," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads