Polisi Sebut Pemotor Kena Tilang ETLE di Sawah Sukoharjo Ngaku Salah

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 23 Jun 2022 15:53 WIB
Semarang -

Surat konfirmasi tilang elektronik atau ETLE dari Polres Sukoharjo viral di media sosial karena memperlihatkan foto seorang pemotor tidak berhelm dengan lokasi berlatar belakang persawahan. Polisi menyebut pemotor itu mengakui kesalahannya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan pemotor itu bukan petani.

"Pengendara motor tersebut bukan petani yang hendak meladang lho, dan yang bersangkutan sudah mengakui kesalahannya. Bapak tersebut langsung menghubungi satlantas dan membayar denda melalui Briva," kata Iqbal dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).


"Pemotor itu kena ETLE karena melintas di jalan penghubung kabupaten," imbuhnya.

Ia menegaskan ETLE juga merupakan bentuk edukasi keselamatan berlalu lintas. Selain itu Iqbal meminta masyarakat tidak menganggap jalan pedesaan selalu aman dari kecelakaan.

"Masyarakat diharapkan taat pada aturan dan memperhatikan aspek-aspek keselamatan dalam berkendara. Karena aturan lalu lintas dibuat untuk kepentingan pengguna jalan juga," terang Iqbal.

Iqbal kemudian menjelaskan soal kecelakaan di sekitar persawahan di Sukoharjo ternyata cukup tinggi. Sejak Januari hingga Mei 2022 ada tiga orang yang meninggal akibat kecelakaan di area persawahan.

"Di Kabupaten Sukoharjo kejadian laka lantas di persawahan cukup tinggi. Sepanjang tahun 2021 jumlah kecelakaan ada 21 kejadian, 6 di antaranya mengakibatkan meninggal dunia. Sedangkan pada Januari hingga Mei 2022, kejadian laka lantas di Sukoharjo ada 10 kejadian. Untuk tingkat fatalitasnya, 2 luka ringan, 5 luka berat dan 3 meninggal dunia," ujarnya.

Meski demikian, Iqbal berterima kasih dengan adanya respons dari masyarakat dan meminta maaf jika menjadi ramai di media sosial. Ia menjelaskan tidak semua petugas menjadi operator ETLE.

"Intinya penerapan ETLE adalah mengurangi kontak langsung petugas dengan pelanggar lalu lintas di jalan sehingga penindakan dilakukan secara profesional dan didukung data akurat berdasarkan teknologi. Polda Jateng juga mengimbau warga untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara dan menaati aturan yang berlaku," kata Iqbal.

"Hal yang perlu dicatat, operator ETLE mobile adalah petugas khusus yang mendapat surat perintah. Jadi tidak setiap Polantas dapat menjadi operator ETLE mobile. Minimal petugas yang berkualifikasi penyidik atau penyidik pembantu," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga menerima surat konfirmasi tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dari Polres Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto surat konfirmasi itu kini viral di media sosial. Pria itu tertangkap kamera ETLE mengendarai motor di areal persawahan. Dia mengendarai motor tanpa mengenakan helm.

(rih/aku)