Dorong Perdamaian, Jokowi Akan Terbang ke Ukraina-Rusia Akhir Bulan Ini

Tim detikNews - detikJateng
Rabu, 22 Jun 2022 13:25 WIB
Russian President Vladimir Putin (R) and his Indonesian counterpart Joko Widodo attend a signing ceremony after a meeting at the Bocharov Ruchei state residence in Sochi, Russia, May 18, 2016. REUTERS/Sergei Karpukhin
Presiden Jokowi saat bertemu dengan Vladimir Putin pada Mei 2016 lalu. Foto: Reuters
Solo -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana untuk melakukan lawatan ke Ukraina dan Rusia pada akhir bulan ini. Dia akan menjadi pemimpin di Asia pertama yang akan berkunjung ke dua negara itu sejak konflik berlangsung.

Dalam lawatan itu, Jokowi rencananya akan bertemu dengan presiden di masing-masing negara. Dia akan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Presiden Jokowi direncanakan akan mengunjungi Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia. Kunjungan ke dua negara ini merupakan kunjungan yang dilakukan dalam situasi yang tidak normal. Kita paham situasi saat ini masih sangat sangat-sangat complicated," kata Menlu Retno Marsudi seperti dikutip dari detikNews, Rabu (22/6/2022).


Lawatan itu akan dilakukan oleh Jokowi seusai mengikuti pertemuan KTT G7 yang akan berlangsung di Jerman pada 26-27 Juni ini. Usai menghadiri pertemuan tersebut, Jokowi akan terbang ke Ukraina dan Rusia.

"Dalam kunjungan ke Kiev dan Moskow, tentunya Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Presiden Zelensky dan Presiden Putin," katanya.

Dia menjelaskan, perang yang terjadi telah memunculkan masalah yang kompleks. Sebagai residen G20 dan salah satu anggota Champion Group dari Global Crisis Response Group yang dibentuk Sekjen PBB, Jokowi memilih untuk berkontribusi terhadap upaya penyelesaian masalah.

"Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi, tidak memilih untuk diam. Presiden Jokowi akan merupakan pemimpin Asia pertama yang akan melakukan kunjungan ke dua negara tersebut," jelasnya.

"Mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan yang diakibatkan karena perang dan dampaknya dirasakan oleh semua negara terutama negara berkembang dan berpendapatan rendah, dan terus mendorong spirit perdamaian," tuturnya menambahkan.



Simak Video "Teriakan Anti Perang saat Menlu Retno Jabat Tangan Menlu Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)