Perjuangan Yasin Khatam Hafalan Al-Qur'an hingga Digendong Bapaknya

Dian Utoro Aji - detikJateng
Selasa, 21 Jun 2022 16:12 WIB
Yasin, anak yang khatam hafalan Al-Quran dan digendong bapaknya sehingga viral, di wisuda di MAN 1 Kudus, Selasa (21/6/2022).
Yasin, anak yang khatam hafalan Al-Qur'an dan digendong bapaknya sehingga viral, di wisuda di MAN 1 Kudus, Selasa (21/6/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Kudus -

Sebuah video yang menampilkan seorang bapak menggendong anaknya yang khatam Al-Qur'an viral di media sosial. Seperti apa cerita di balik video viral itu?

detikJateng berkesempatan menyaksikan Haflatul Hidzaq dan wisuda santri Pondok Tahfidz Qur'an angkatan 2 MAN 1 Kudus, Selasa (21/6/2022). Haflatul Hidzaq adalah acara perayaan usai khataman. Ahmad Husni Mubarak Yasin termasuk satu dari 10 siswa yang diwisuda setelah mampu menghafal 30 juz Al-Qur'an.

Yasin adalah sang anak yang digendong bapaknya dalam video yang viral itu. Dia diwisuda di atas panggung di tengah halaman MAN 1 Kudus.


"Untuk gendong menggendong itu sebenarnya spontanitas. Saya pikirkan saat itu adalah hafal (Al-Qur'an) secara agama kan fadhol Tuhan, Allah memberikan penghafal kepada orang-orang pilihan Allah," kata Samsul, bapak si Yasin, saat ditemui di MAN 1 Kudus siang ini.

Yasin, anak yang khatam hafalan Al-Qur'an dan digendong bapaknya sehingga viral, di wisuda di MAN 1 Kudus, Selasa (21/6/2022).Yasin, anak yang khatam hafalan Al-Qur'an dan digendong bapaknya sehingga viral, di wisuda di MAN 1 Kudus, Selasa (21/6/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

"Tetapi saya lihat kegigihan anak, kala dia mampu menyelesaikan khataman 30 juz dalam rangka mengambil sanad. Yang saya tahu di sini berbeda dengan yang ada di lainnya. Artinya, syaratnya adalah satu hari mengkhatamkan dua kali. Ini berat, saya mencoba tidak mampu," imbuh Samsul yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Diponegoro Semarang itu.

Menurut Samsul, Yasin berjuang keras untuk menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur'an.

"Itu harus pengendapan. Misalkan sehari tidak mampu bisa diganti dengan khatam diganti sehari boleh, tetapi tujuh hari berturut-turut itu harus selesai dengan syarat, setiap satu juz nya itu tidak boleh ada kesalahan tiga hari," ujar Samsul.

"Kalau dalam 1-30 juz itu salah satunya ada yang kesalahan lebih dari tiga, maka diulang lagi. Anak saya sampai 11 hari, sampai akhirnya Jumat (17/6) saya bisa mendampingi khataman terakhir, dari subuh sampai sore," Samsul menambahkan.

Samsul datang langsung saat pemberian sanad di Pondok Tahfidz Qur'an MAN 1 Kudus. Dia mengaku menangis sambil membaca doa saat menggendong anaknya mengelilingi lapangan satu kali.

"Nak, kalau bisa selesai ambil sanad tak gendong. Terus akhirnya digendong. Dan kebetulan ada yang video, namanya orang gembira rasanya kayak orang umroh, kayak tawaf, terus gendong beberapa langkah itu ingatnya kayak orang tawaf. Langsung saya nangis, berdoa. Ya Allah muliakan kami dengan Al-Qur'an mu, begitu," kata Samsul.

Samsul menjelaskan, anak penghafal Al-Qur'an kelak dapat memuliakan orang tuanya di akhirat.

"Tapi saya tidak memikirkan hal itu. Saya meneruskan cita-cita kakek saya, di antaranya anak cucunya nanti ada yang hafal Al-Qur'an," jelas ungkap Samsul.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Kudus Suhamto mengatakan, ada 69 siswa yang diwisuda hari ini. Dari jumlah itu, ada 10 siswa yang mampu menyelesaikan hafalan dan khatam 30 juz.

"Di MAN 1 Kudus ada program IPA dan IPS. IPA ada pilihan, yaitu IPA Tahfidz, IPA riset, IPA regular. IPS ada riset dan regular," kata dia.

Suhamto menambahkan, viralnya video bapak gendong anak di sekolahnya itu adalah spontanitas.

"Dalam ajaran Islam, anak yang hafal Al-Qur'an kelak akan menuntun dan menggendong orang tuanya ke surga. Maka, kemarin itu bentuk syukur orang tua karena anaknya kelak, insyaallah, akan menggendongnya ke surga," jelas Suhamto.



Simak Video "Momen Tim Damkar Evakuasi Mobil Sedan Tercebur di Kali Sunter Jakpus"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)