Terpopuler Sepekan

Kalut Penerima UGR Tol Klaten Rp 4,7 M karena Keluarga Besar Jadi Terpisah

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 11 Jun 2022 07:00 WIB
Sumarto menerima UGR tol Rp 4,7 miliar di balai desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Selasa (7/6/2022).
Sumarto menerima UGR tol Rp 4,7 miliar di balai desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Selasa (7/6/2022). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Solo -

Bagi Sumarto (52), petani asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, uang bukanlah segala-galanya. Tak ayal jika ia sedih usai menerima uang ganti rugi (UGR) proyek Tol Jogja-Solo sebesar Rp 4,7 miliar. Sebab, proyek tol itu akan memisahkan keluarga besarnya yang selama ini tinggal dalam satu pekarangan.

Lahan seluas 1.397 meter persegi warisan orang tua Sumarto itu berada di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum. Di lahan itu ada enam rumah keluarga besar Sumarto yang dihuni 7 KK (kepala keluarga). Karena lahan itu dilewati proyek tol, pemerintah menggantinya senilai Rp 4. 710.292.543.

"Uang nanti dibagi, kita pisah, sendiri-sendiri, terpaksa, ya mau bagaimana lagi," kata Sumarto kepada detikJateng di Balai Desa Malangjiwan, Selasa (7/6/2022). Meski punya uang untuk membeli rumah baru, Sumarto tetap saja bermuram durja. Dia lebih banyak diam, bahkan saat namanya dipanggil untuk menerima berkas data UGR.


"Ya sedih. Mau bagaimana lagi, nanti ada yang pindah di sekitar sini (Desa Malangjiwan). Tapi pasti ada juga yang keluar dari desa sini," kata Sumarto. Dia sendiri berencana akan membeli lahan atau rumah baru tak jauh dari tempat tinggalnya yang lama.

Kakak Sumarto, Bambang Sudiro (62) juga merasakan kesedihan adiknya. "Ya susah karena nanti (keluarga jadi) pisah-pisah. Tidak mungkin jadi satu. Ini saja ada yang dapat rumah baru, ada yang belum," kata Bambang saat menemani Sumarto di Balai Desa Malangjiwan.

"Ini sama saja memisahkan saudara, ambyar semua. Yang penting berkah, kita harap persaudaraan tidak ikut menjauh," imbuh Bambang.

Warga Malangjiwan yang lain, Warno Siswoyo (80) juga mengaku sedih karena harus berpisah dengan sawahnya yang diganti pemerintah sebesar Rp 3,6 miliar. Sebab, sawah itu yang menghidupinya sekeluarga sejak dulu.

"Ya dibelikan sawah lagi kalau ada. Sisanya (uang) dibagi, anak saya banyak. Cucu 15 orang, cicit delapan orang," ujar Warno kepada detikJateng.

Meski sebagian penerima UGR itu mengaku bersedih, tidak ada satu pun warga Malangjiwan yang mengajukan keberatan atau sanggah. Hal itu diungkapkan oleh Kades Malangjiwan, Suprianto.

Supriyanto mengatakan, ada 42 bidang di desanya yang mendapat UGR dari proyek Tol Jogja-Solo. "Tidak ada sanggahan. Selain lahan warga, ada tanah kas desa sekitar 6 ribu meter persegi dengan UGR Rp 6 miliar lebih dan akan dicarikan tanah pengganti," kata Supriyanto.



Simak Video "Alasan Tambang Tanah Uruk Proyek Tol Jogja-Solo Disegel Satpol PP"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)