Pembangunan Masjid Sriwedari Solo Mandek, Panitia: Tinggal Finishing

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Minggu, 05 Jun 2022 14:55 WIB
Menara Masjid Taman Sriwedari Solo, Minggu (5/6/2022).
Menara Masjid Taman Sriwedari Solo, Minggu (5/6/2022). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikjateng
Solo -

Pembangunan Masjid Taman Sriwedari, Kota Solo, saat ini mandek. Seretnya dana sumbangan dari masyarakat jadi penyebabnya.

Perencanaan pembangunan masjid ini mulai muncul saat Wali Kota Solo dijabat oleh Joko Widodo (Jokowi). Penerusnya, FX Hadi Rudyatmo, merealisasikan rencana tersebut.

Ketua panitia pembangunan masjid, Achmad Purnomo mengaku bahwa proses pembangunan kini tengah berhenti.


"Berhenti belum ada setahun ini," kata Achmad Purnomo yang juga mantan Wakil Wali Kota Solo, Minggu (5/6/2022).

Meski pembangunannya sedang berhenti, Purnomo memastikan bahwa bangunan yang baru selesai 85 persen itu tetap dirawat dan dijaga. Perawatan dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Wika) selaku kontraktor.

"Dari Wika kan tetap ada yang menjaga. Kami selalu koordinasi," kata Purnomo.

Dia mengaku saat ini sebenarnya masih ada sumbangan untuk pembangunan masjid yang masuk, namun jumlahnya hanya kecil. Dia memilih menunggu sumbangan itu terkumpul dan baru kemudian membayar kontraktor untuk melanjutkan.

"Dari Wika tetap akan melanjutkan sesuai rencana, hanya masalahnya dana belum cukup tersedia. Kami apresiasi Wika karena sudah membangun sampai 85 persen. Sebenarnya sudah ada dana masuk, tapi sedikit, makanya belum kami bayarkan," ujar dia.

Saat ini proses pembangunan sebenarnya hanya tinggal 15 persen. Namun Purnomo tidak bisa memperkirakan kapan pembangunannya akan selesai.

"Ini tinggal finishing, bahan sudah ada semua. Tapi belum bisa lanjut karena dana itu," katanya.

Diketahui, pembangunan masjid yang berada di kawasan Taman Sriwedari itu direncanakan menghabiskan anggaran Rp 180 miliar. Semua biaya untuk pembangunan bersumber dari sumbangan masyarakat.

Awalnya, sumbangan demi sumbangan masuk sehingga pembangunan berjalan cukup lancar. Belakangan, sengketa terkait lahan yang digunakan untuk pembangunan masjid itu mengemuka. Pada 2020, Pemkot Solo yang menguasai tanah itu diminta oleh pengadilan untuk mengosongkan Taman Sriwedari atas permohonan ahli waris Wiryodiningrat.

Sengketa yang meruncing itu, lanjut Purnomo, membuat sumbangan semakin seret. Pembangunan masjid akhirnya mandek.

Terpisah, pimpinan proyek pembangunan Masjid Taman Sriwedari dari PT Wijaya Karya (Wika), Agung Budianto, membenarkan pembangunan Masjid Sriwedari berhenti karena masalah dana.

"Iya, kami belum menerima pembayaran. Justru media massa harus mendorong warga Solo untuk sama-sama nyengkuyung masjid ini. Nilai kontraknya itu Rp 165 miliar tapi masih ada tambahannya," ujar dia.



Simak Video "Gaya Jan Ethes Dadah-dadah ke Warga Saat Jalan Santai Bareng Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/dil)