Pembangunan Masjid Taman Sriwedari dan Janji Jokowi-FX Rudy

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Minggu, 05 Jun 2022 12:00 WIB
Pemain Persis Solo mengikuti latihan di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (30/5/2022).
Masjid Sriwedari terlihat dari dalam kompleks Stadion Sriwedari. Foto: Ari Purnomo/detikJateng
Solo -

Hoax menara Masjid Taman Sriwedari Solo yang bergoyang rupanya tak berhenti sebagai kabar yang menghebohkan pengunjung car free day (CFD) pada pekan lalu. Momen ini juga mengingatkan masyarakat bahwa pembangunan masjid yang berada di Jalan Slamet Riyadi tersebut mangkrak!

Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan, rencana pembangunan masjid ini sudah dibahas sejak bertahun-tahun silam. Bahkan, rencana itu sudah mengemuka sejak Wali Kota Solo dijabat oleh Joko Widodo (Jokowi).

Saat itu, salah satu ulama asal Solo, Habib Novel Alaydrus menyarankan agar Pemkot Solo membangun sebuah masjid di Jalan Slamet Riyadi, jalan utama yang ada di kota itu.


"Dulu Habib Novel minta ke Pak Jokowi agar ada masjid di Jalan Slamet Riyadi, supaya orang datang ke Solo tidak kesulitan mencari masjid," kata FX Hadi Rudyatmo saat ditemui, Jumat (3/6/2022).

Rencana itu kian terealisasi saat Rudy, demikian sapaan akrabnya, menjabat sebagai Wali kota Solo. Bersama wakilnya, Achmad Purnomo, dia berusaha mewujudkan usulan itu dan memilih tempat pembangunan masjid di kawasan Taman Sriwedari.

"Kita kan nggak ada tanah, adanya Sriwedari. Undang-undang Cagar Budaya itu juga memperbolehkan untuk tempat ibadah," kata Rudy menjelaskan soal pemilihan lokasi pembangunan masjid.

Dia beralasan, saat itu status tanah Sriwedari sudah clear. Pemkot Solo sudah memegang sertifikat hak pakai (HP) yang dikeluarkan oleh BPN.

"Sriwedari itu sudah ada HP 40 dan 41, di situ nggak ada catatan sengketa tanah. Saya tetap menganggap itu bukan tanah sengketa," ujar dia.

Panitia pembangunan lantas dibentuk. Wakil Wali Kota Solo pada saat itu, Achmad Purnomo, didapuk menjadi ketua panitia. Berdasarkan perencanaan yang disusun, masjid akan dibangun dengan biaya Rp 180 miliar.

Adapun biayanya tidak ada yang bersumber dari pemerintah. Semuanya mengandalkan sumbangan masyarakat dan swasta.

Sedangkan sumbangan yang diharapkan itu sempat berjalan lancar. Pembangunan berjalan hingga 85 persen.

Hingga akhirnya, turunlah surat perintah dari pengadilan untuk mengosongkan tanah tersebut di 2020. Meski pengosongan belum dilakukan, namun pembangunan masjid akhirnya terhenti.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari, Achmad Purnomo juga mengatakan pada awalnya pembangunan itu berjalan lancar. Kontraktor bersedia melaksanakan proyek itu meski pembayaran dilakukan secara bertahap, sesuai sumbangan yang masuk.

Namun akhirnya pembangunan mandek saat telah memasuki proses 85 persen. Panitia kian sulit mencari donatur saat isu soal sengketa itu mengemuka.

"Kemungkinan (masyarakat) memang takut mau membantu pembangunan tapi lahannya masih sengketa. Yang awalnya siap membantu, kemudian belum jadi," kata Purnomo.

Kini, pembangunan masjid itu berhenti. Tidak terlihat aktivitas pembangunan, terlebih lokasi pembangunan itu memang tertutup pagar.

Hanya menara setengah jadi yang menjulang tinggi yang bisa terlihat jelas, bahkan dari jarak yang cukup jauh. Belakangan, menara itu sempat diisukan bergoyang dan akan roboh.



Simak Video "Gaya Jan Ethes Dadah-dadah ke Warga Saat Jalan Santai Bareng Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/dil)