Melihat Tugu Garuda Pancasila di Kompleks Eks Pabrik Gula Delanggu

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Kamis, 02 Jun 2022 01:22 WIB
Tugu Garuda Pancasila di kawasan eks pabrik gula dan karung goni Delanggu, Klaten, Rabu (1/6/2022).
Tugu Garuda Pancasila di kawasan eks pabrik gula dan karung goni Delanggu, Klaten, Rabu (1/6/2022). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Sebuah tugu berbentuk lambang negara Garuda Pancasila berdiri di kawasan bekas pabrik gula (PG) dan pabrik karung goni Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. Di kawasan bekas pabrik yang didirikan pemerintah kolonial Belanda tahun 1871 itu, tugu Garuda Pancasila tampak masih terawat hingga sekarang.

Tugu Garuda Pancasila tersebut tidak mewah sebagaimana tugu maupun monumen yang dibangun pemerintah. Tingginya sekitar 5 meter. Di bagian bawah, fondasi terbuat dari susunan batu berbentuk kotak. Di atas tembok batu tersebut, dua batang bekas besi pabrik berdiri.

Di atas dua penyangga besi tua yang dicat hitam itulah patung Garuda Pancasila berdiri. Burung Garuda yang memakai perisai lima sila Pancasila dicat kuning emas.


Tugu itu berdiri persis di simpang tiga jalan Dusun Sritinon, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu. Di kanan-kiri tugu, tembok- tembok tua berlumut bekas pabrik gula yang sempat beralih menjadi pabrik karung goni itu masih kokoh berdiri.

Sesepuh Dusun Sritinon, Desa Delanggu, Sumardi (73) menceritakan tugu Garuda Pancasila itu dibangun sekitar tahun 1970-an. Pembuatannya oleh eks karyawan pabrik karung goni.

"Yang membuat tugu itu Pak Widodo, karyawan pabrik karung goni PTPN. Dulu tinggalnya di dekat tugu dekat jembatan, sekarang tinggal di Boyolali," ungkap Sumardi saat ditemui detikJateng di rumahnya, Rabu (1/6/2022).

Menurut Sumardi, bahan baku tugu itu besi bekas rel pabrik. Patung Garuda Pancasila terbuat dari besi rangka dengan lapisan semen.

"Besinya bekas rel tapi burung Garuda dari rangka besi dengan semen. Sampai saat ini masih dirawat masyarakat sini, tiap tahun dicat," jelasnya.

Tugu itu, sebut Sumardi, awalnya dibangun untuk memisahkan jalan. Sebab ada pemindahan jalan dari tengah kawasan pabrik ke utara.

"Dulu jalan utama di tengah kawasan pabrik. Tapi atas kesepakatan dipindah ke jalan di tengah perumahan pegawai, agar tidak terjadi kecelakaan di pertigaan didirikan tugu itu," paparnya.

Sementara itu, Kades Delanggu, Purwanto menjelaskan tidak ada sejarah khusus tugu Garuda Pancasila itu. Menurutnya, tugu itu hanya menandai pembangunan jalan baru.

"Tidak ada sejarahnya. Dulu jalan jelek, lalu bisa ngaspal terus dibuat pertigaan Garuda itu," ungkap Purwanto kepada detikJateng.

Tahun pendirian tugu, menurut Purwanto, dirinya sudah lupa karena sudah lama. Tugu Garuda Pancasila itu dibangun setelah jalan yang membelah bekas pabrik gula dialihkan.

"Ya sejak pabrik karung goni mengalihkan jalan yang semula dari perempatan membelah pabrik dialihkan ke utara. Itu sudah lama," imbuh Purwanto.



Simak Video "Baliho Raksasa Ajak Nikah Mbak Maya Nangkring di Klaten"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/rih)