Curi Perhatian, Mobil Tua di Klaten Dicoreti Kalimat Nyleneh dengan Cat

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Jumat, 27 Mei 2022 15:43 WIB
Mobil penuh coretan milik warga Klaten. Foto diambil Jumat (27/5/2022).
Mobil penuh coretan milik warga Klaten. Foto diambil Jumat (27/5/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Sebuah mobil yang terparkir di depan sebuah bank di Jalan Klaten-Pedan, Kota Kecamatan Pedan, Klaten terlihat nyeleneh. Bodi mobil itu penuh corat-coret tulisan yang dibuat menggunakan cat semprot.

Beruntung, kendaraan penuh coretan itu bukanlah mobil baru, atau boleh disebut mobil tua atau yang di kalangan penggemar mobil menyebutnya motuba. Yang mencoreti juga pemiliknya sendiri.

Mobil jenis sedan hatchback jenis Daihatsu Charade lansiran tahun 1990. Mobil itu aslinya berwarna merah marun, tapi sebagian catnya sudah mengelupas.


Yang tampak justru pelat besinya yang sebagian sudah berkarat. Namun bukannya dicat ulang tetapi mobil tersebut justru dicoreti oleh pemiliknya dengan berbagai tulisan menggunakan cat semprot warna warni.

Tulisannya pun bikin penasaran warga yang melihat. Misalnya 'Ora Arep Tak Chat Mung Marai Loro Ati (tidak akan saya cat cuma bikin sakit hati). pada kap depannya.

Selain itu ada kalimat 'Garangan Insyaf, #025, Elek Yo Ben penting numpak (Biar jelek asal naik)' dan lainnya. Di dalam mobil, aksesorisnya lumayan masih lengkap jika dibandingkan bodi luarnya.

Mobil itu milik Totok Sigit (40), warga Desa Meger, Kecamatan Ceper, Klaten. Sigit mengaku sengaja mencoreti mobilnya sejak awal puasa lalu.

"Sebenarnya mau saya cat tapi tidak ada dana. Masih nunggu punya uang," ungkap Sigit kepada detikJateng usai keluar dari bank, Jumat (27/5/2022) siang.

Sigit mengaku sebenarnya sangat menyayangi mobilnya itu. Dia kini bahkan menjadi kepala suku Charade Lovers di Klaten.

Menurut Sigit, dia sudah sering berganti mobil namun selalu memilih jenis mobil yang sama.

"Sudah beberapa kali punya. Saya suka saja irit BBM dan perawatan juga mudah," imbuh Sigit.

Akibat coretan di mobil tuanya itu, Sigit mengaku mobilnya sering menjadi perhatian saat melintas di jalan.

"Ya risikonya cuma dilihat orang kalau di jalan. Kalau pak polisi tidak masalah karena suratnya juga lengkap," sebut Sigit.

Juru parkir di tempat tersebut, Supri mengatakan kendaraan itu memang banyak diperhatikan oleh orang yang lewat selama parkir di tempat itu.

"Soalnya banyak tulisan jadi orang penasaran ingin membacanya. Sekarang kan lumrahnya mobil bagus semua, ini sebaliknya," ucap Supri kepada detikJateng di lokasi.



Simak Video "Masyarakat Mulai Tertarik Kendaraan Listrik, Ini Faktor Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/sip)