Panglima TNI Bicara Sanksi Bagi Prajuritnya Tersangka Kerangkeng Manusia

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Rabu, 25 Mei 2022 16:56 WIB
Dansatgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Penyangga Yonif 408/SBH Letkol Inf Ade Afri Verdaniex bicara dengan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa via video call.
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Foto: Tangkapan layar)
Sleman -

Lima orang oknum TNI jadi tersangka kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bakal memberikan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku.

Mantan KSAD itu mengatakan salah satu pasal yang bakal diterapkan yakni terkait penganiayaan. Termasuk nantinya akan diterapkan KUHP Militer.

"Jelas mungkin tindak pidana penganiayaan salah satunya juga KUHP Militer minimal pasal 103, jadi ya kita kerahkan maksimal," kata Andika saat ditemui di UGM, Rabu (25/5/2022).


Lebih lanjut, Andika belum bisa memastikan apakah akan memecat oknum TNI yang terlibat dalam kasus ini. Dia akan melihat terlebih dahulu seberapa besar pelanggarannya.

"Ya kita lihat dulu, kalau pecat tidaknya kita lihat seberapa besar (pelanggaran)," ujarnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkap peran oknum TNI yang terlibat dalam kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. Seperti diketahui ada lima oknum anggota TNI yang telah ditetapkan tersangka.

Lima oknum anggota TNI berinisial SG, AF, LS, S, dan MP, yang terbukti terlibat, ditahan di instalasi Tahanan Militer Polisi Militer Kodam (Pomdam) I/Bukit Barisan. Andika mengatakan para tersangka itu memiliki peran masing-masing.

"Ya mereka ada penjaga, ada yang ikut mungkin melakukan tindakan-tindakan secara fisik gitu," kata Andika saat ditemui di UGM, Rabu (25/5).

Andika mengatakan belum mengetahui secara detail awal mula keterlibatan lima oknum TNI dalam kasus ini.

"Saya belum tahu detailnya tapi yang jelas ini lah yang sudah tersebut oleh para korban sekarang tapi kan ini kan inisden yang sudah terjadi sejak 2011 atau 2012," ujarnya.

Lebih lanjut, Andika mengungkapkan para tersangka semuanya berpangkat sebagai tamtama dan bintara.

"Semuanya tamtama, bintara. Kalau pun ada yang perwira itu waktu terjadi masih melakukan pendidikan," imbuhnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna menjamin proses hukum akan berjalan.

Tatang mengatakan lima oknum anggota TNI berinisial SG, AF, LS, S, dan MP, yang terbukti terlibat, ditahan di instalasi Tahanan Militer Polisi Militer Kodam (Pomdam) I/Bukit Barisan. Kelimanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Benar, telah dilakukan penahanan terhadap lima orang oknum anggota TNI yang telah ditetapkan penyidik sebagai tersangka. Masing-masing berinisial SG, AF, LS, S, dan MP," kata Tatang dalam keterangannya, Rabu (25/5).

Tatang mengatakan, selanjutnya berkas perkara dilimpahkan ke Oditurat Militer Medan.

"Untuk pelimpahan berkas hasil penyidikan ke Oditurat Militer Medan. Kelima orang yang sudah dilimpahkan ke Oditurat Militer Medan," ujar Brigjen Tatang.



Simak Video "News of The Week: Geger Kerangkeng Manusia, Bentrokan Maut di Sorong"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)