Aktivitas Penderita Kretin di Lemahbang Wonogiri, Bertani-Kerja di Bengkel

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Selasa, 24 Mei 2022 19:38 WIB
Penderita kretin di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, saat membuat batik.
Penderita kretin di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, saat membuat batik. Foto: dok. Kades Lemahbang
Wonogiri -

Puluhan warga Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, menderita kretin. Dalam sehari-hari sebagian dari mereka bekerja sesuai dengan kemampuannya.

Diketahui, kretin terjadi akibat seseorang kekurangan iodium sejak berada di dalam kandungan. Sehingga bisa mengakibatkan keterbelakangan mental hingga disabilitas. Di Lemahbang, ada 41 warga di desa itu yang menyandang kretin.

Meski memiliki keterbatasan atau gangguan, sebagian besar penderita kretin di Lemahbang masih bisa bekerja untuk menghidupi keluarganya. Dalam sehari-hari mereka beraktivitas seperti orang normal pada umumnya meski ada keterbatasan.


"Dari puluhan penderita kretin di Lemahbang, ada sekitar 25 orang yang produktif (bisa bekerja). Sebab sudah banyak yang berusia tua dan ada keterbatasan," kata Kepala Desa Lemahbang, Sugito kepada detikJateng, Selasa (24/5/2022).

Menurutnya, rata-rata pekerjaan yang dijalani oleh penderita kretin adalah bertani. Selain bercocok tanam, mereka juga bisa mencari rumput untuk kebutuhan ternaknya.

Selain bertani, kata Sugito, ada penderita kretin yang bekerja sebagai tukang bengkel dan elektronik hingga tukang anyam. Penderita kretin di Lemahbang masih bisa bekerja sesuai dengan kemampuannya.

"Yang kerja di bengkel itu laki-laki. Keterbatasannya tidak bisa berbicara, kalau membaca bisa. Kalau yang membuat anyaman itu sekarang sedang sakit, sehingga berhenti memproduksi," ungkap dia.

Sementara itu, penderita kretin yang tidak bekerja hanya bisa berdiam diri di rumah. Mereka dirawat dan dicukupi keluarganya yang normal.

Selain bekerja, ada sejumlah kegiatan pemberdayaan yang diikuti oleh para penderita kretin di Lemahbang. Salah satunya adalah pembuatan batik ecoprint. Para penderita kretin membuat batik menggunakan media daun di atas kain. Hasil penjualan juga dimanfaatkan oleh penderita kretin.

"Yang produktif membuat itu ada 15 orang penderita kretin dengan dibantu lima orang pendamping. Selain itu teman-teman kretin juga melayani pemesanan batik ciprat untuk menyuplai pembuatan batik di Desa Pucung Kismantoro," ujar Sugito.

Menurut dia, Pemdes Lemahbang juga menggelontorkan dana desa untuk budi daya lele yang dikelola oleh penderita kretin. Ada lima kolam dan setiap kolam berisi 2.000 ekor. Selain itu ada bantuan dari dinas terkait berupa ternak kambing sebanyak 10 ekor. Dan saat ini kambing itu sudah berkembang biak.

"Sepanjang penderita kretin ada kemampuan bisa mencari nafkah, kami juga berusaha mengupayakan dan berusaha membantu keterbatasannya," kata Sugito.

Pada Jumat pekan lalu, detikJateng mengunjungi rumah salah satu penderita kretin di Dusun Janggle, Desa Lemahbang. Rumah itu dihuni oleh seorang janda beserta dua anaknya yang menderita kretin.

Anak pertama lumpuh dan hanya bisa terbaring di kamar tidur. Anak kedua memiliki suami dan satu anak. Namun, suami dan anaknya tidak menderita kretin.

Anak terakhir merantau ke Banten untuk membantu kebutuhan keluarganya. Sebab dua kakaknya yang menderita kretin tidak bekerja.



Simak Video "Asyiknya Menyusuri Gua Sumitro di Kulon Progo"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)