Ada Desa Kretin di Lemahbang Wonogiri, Dinkes: Bukan Faktor Keturunan

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Minggu, 22 Mei 2022 21:37 WIB
Rumah salah satu warga pengidap kretin di Lemahbang, Wonogiri.
Rumah salah satu warga pengidap kretin di Lemahbang, Wonogiri. Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng
Wonogiri -

Puluhan warga di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, mengalami kelainan kretin. Kondisi itu membuat mereka berkebutuhan khusus, seperti keterbelakangan mental, bisu-tuli, hingga tunanetra.

Kondisi itu ditemukan di semua dusun yang ada di desa itu dan sudah berlangsung hingga beberapa generasi.

Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Setyarini menyebut bahwa kretin bukan merupakan penyakit keturunan. Kondisi tersebut dapat menimpa siapa saja.

"Kretin itu karena kekurangan kadar yodium dari unsur makanan dan minuman," kata Setyarini kepada detikJateng, Sabtu (21/5/2022).

Kekurangan yodium itu menurutnya bisa terjadi saat masih berada di dalam kandungan maupun ketika masa tumbuh kembang anak.

"Kretin tidak bisa menular ke keturunannya (anaknya). Orang bisa terkena kretin tergantung dengan pola makan, pola asupan mineral dan yodium," kata dia menjelaskan.

Meski demikian, dia mengaku belum mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan banyak warga Desa Lemahbang yang menderita kretin. Termasuk, kemungkinan karena rendahnya kadar yodium di air tanah yang ada di desa itu.

"Kalau air di sana (Lemahbang) kadarnya rendah dan menyebabkan kretin, kami belum bisa memastikan," ujar dia.

Kemungkinan itu menurutnya perlu diteliti lebih lanjut.

Ia mengatakan, untuk mengatasi kretin harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti makanan bergizi, mengonsumsi garam beryodium, tidak merokok, terutama bagi ibu hamil dan anak balita.

Sementara itu Kepala Desa Lemahbang, Sugito mengatakan upaya dari pemerintah dan para peneliti untuk mengatasi kondisi itu sudah cukup banyak dihasilkan. Hasilnya, pengidap kretin di desa itu semakin berkurang.

Dari 41 warganya yang mengidap kretin, rata-rata dari mereka kelahiran sebelum 1990. Hanya ada 4 kasus kretin pada pada 2000 hingga saat ini.

Kondisi itu membuat anggaran kesehatan di Desa Lemahbang selalu lebih tinggi dibanding desa lain di Kecamatan Kismantoro. Setiap tahun anggaran desa yang disiapkan mencapai Rp 100 juta.

"Anggaran itu untuk ibu hamil, golongan lanjut usia, kegiatan posyandu balita dan lain-lain. Di situ memang ada kegiatan kader kesehatan desa dan bidan dengan balita serta ibu hamil," kata dia.



Simak Video "Lembut Nan Lezat, Menikmati Sayur Lombok Tempe Mlanding Wonogiri"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)