Kemenparekraf Bangun Poltekpar di Sragen Senilai Rp 400 M

Ari Purnomo - detikJateng
Selasa, 17 Mei 2022 16:31 WIB
Bangkalan, Jawa Timur akan dikembangkan sebagai kawasan pariwisata halal. Hal ini sebagai upaya untuk membangkitkan ekonomi dan membuka peluang usaha pascapandemi.
Ilustrasi. Foto: Menparekraf Sandiaga Uno di Bangkalan (dok. Kemenparekraf)
Sragen -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng Pemkab Sragen mendirikan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di wilayah Gemolong, Sragen. Perguruan tinggi negeri senilai Rp 400 miliar ini digadang-gadang bisa memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) terutama di kawasan wisata super prioritas seperti Candi Borobudur.

"Pemkab Sragen menghibahkan tanah seluas lebih dari 20 hektare dengan nilai lebih dari Rp 4 miliar, dan kami menginvestasikan dengan nilai 100 kali lipat yakni Rp 400 miliar. Mudah-mudahan bisa direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan. Upaya kita meningkatkan SDM," kata Menparekraf Sandiaga Uno kepada wartawan di Sragen, Selasa (17/5/2022).

Sandi menambahkan, saat ini kondisi pariwisata di Indonesia sudah mulai bangkit. Kondisi ini salah satunya terlihat dari kondisi perhotelan di kawasan Candi Borobudur yang sudah penuh saat ada acara di Borobudur.


"Pariwisata sudah mulai bangkit, kemarin di Borobudur ada acara hotel-hotelnya sudah penuh. Ekonomi kreatif menjadi lokomotif, SDM masih kurang, maka dari itu SDM harus dikembangkan. Poltekpar ini harus jangkau daerah super prioritas seperti Borobudur," urainya.

Borobudur, lanjut Sandi, membutuhkan SDM yang mumpuni. Diharapkan dengan adanya Poltekpar di Jateng bisa jadi solusi.

"Lulusan Poltekpar tidak ada yang menganggur. 70 persen diambil perusahaan besar dan 30 persennya membuka usaha sendiri," katanya.

Menparekraf Sandiaga Uno dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menandatangani MoU pembangunan Poltekpar, Selasa (17/5/2022).Menparekraf Sandiaga Uno dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menandatangani MoU pembangunan Poltekpar, Selasa (17/5/2022). (Foto: Ari Purnomo/detikJateng)

Sandi juga mengatakan, saat ini sudah ada enam Poltekpar yang berdiri diantaranya di NHI Bandung, Bali, Makassar, Medan, Lombok dan Palembang.

"Dan yang baru adalah Poltekpar Manado, Sulut dan Poltekpar Sragen," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyambut baik rencana pendirian Poltekpar di wilayahnya. Yuni, sapaannya, berharap keberadaan Poltekpar bisa mengeluarkan Sragen dari zona kemiskinan di Jateng.

"Kesejahteraan masyarakat meningkat, ekonomi bangkit, terakhir bisa keluar dari zona kemiskinan di Jawa Tengah," pungkas Yuni.

Target 600 lulusan per tahun

Menparekraf Sandiaga Uno menargetkan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Sragen bisa menciptakan 600 lulusan per tahunnya. Dengan jumlah tersebut maka kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata bisa tercukupi.

"Kita harapkan di lulusan awal itu sekitar 250 per tahun nanti meningkat menjadi 600 lulusan per tahun," kata Sandi kepada wartawan di rumah dinas Bupati Sragen, Selasa (17/5).

Tidak hanya di Poltekpar Sragen saja, Sandi menyampaikan, menggenjot SDM akan dilakukan di seluruh Poltekpar di Indonesia.

"Kita gencarkan di seluruh Indonesia, kita gencarkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Ini (pariwisata dan ekonomi kreatif) menciptakan 34 juta lapangan kerja. Perlu SDM yang berdaya saing dan mumpuni," bebernya.

Diakui Sandi, jumlah SDM yang ada di Indonesia sangat kurang. Sementara kebutuhan tenaga ahli di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif cukup tinggi.

"SDM semua terserap sampai keluar negeri, oleh karena itu kita tidak boleh ketinggalan kita harus cetak untuk industri nasional," paparnya.

Sandi juga mengklaim bahwa lulusan Poltekpar tidak ada yang menganggur. Semuanya bekerja atau memiliki usaha mandiri.

"Lulusan Poltekpar 100 persen mendapatkan lapangan kerja, baik mereka yang mulai usaha sendiri 30 persen, terserap industri 70 persen. Tidak ada yang nganggur, dari Poltekpar," tuturnya.



Simak Video "Indonesia Ajukan Diri Jadi Dewan Eksekutif Organisasi Pariwisata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)