Antara Bilqis Prasista dan Na Hee Do 'Twenty Five Twenty One'

Eko Susanto, Dian Utoro Aji - detikJateng
Minggu, 15 Mei 2022 07:20 WIB
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Bilqis Prasista mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis tunggal putri Jepang Akane Yamaguchi dalam pertandingan babak penyisihan grup A Piala Thomas Uber 2022 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Rabu (11/5/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Bilqis Kalahkan Pemain Nomor 1 Dunia di Uber Cup 2022. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Solo -

Prestasi pebulutangkis Bilqis Prasita di Uber Cup 2022 belum redup dibicarakan. Kemenangan Bilqis atas pemain nomor 1 dunia asal Jepang, Akane Yamaguchi, dramatis dan jadi kejutan manis.

Berjumpa dengan Akane di laga penyisihan grup A pada kejuaraan beregu putri di Impact Arena, Bangkok, Rabu (11/5), Bilqis yang berada di peringkat 333 dunia tak menyangka bisa menang. Meski tak disangka, usaha dan perjuangan serta gen juara pasangan Joko Supriyanto-Selin Resiana di dalam dirinya membuat capaian Bilqis hari ini jadi masuk akal.

Saking dramatisnya kisah dara berusia 19 tahun ini mengalahkan pemain bulutangkis top dunia, mengingatkan pada karakter utama dalam drama Korea Twenty Five Twenty Nine, Na Hee Do. Serial ini kembali hangat diperbincangkan karena pemeran utama Na Hee Do, Kim Tae Ri menyabet Baeksang Arts Awards 2022 untuk kategori best actress.


Kim Tae Ri di Twenty Five Twenty OneKim Tae Ri memerankan Na Hee Do di Twenty Five Twenty One. (Foto: dok tvN)

Ditayangkan mulai 12 Februari 2022, drama Twenty Five Twenty One masih menjadi Top 10 TV Shows Netflix di Indonesia.

Secara singkat, serial drama 16 episode ini menceritakan kehidupan gadis SMA Na Hee Do mengejar impiannya menjadi atlet anggar dunia. Tentu ada bumbu tentang konflik persahabatan dan cinta yang melengkapinya.

Kisah Na Hee Do mencapai klimaksnya di episode 7, dia berhasil menekuk pemain top Korea dalam drama itu bernama Go Yu Rim di final Asian Games.

Na Hee Do diceritakan sebagai atlet baru di ajang internasional, sementara Go Yu Rim si juara yang tak terkalahkan di Korea Selatan.

Karakter Go Yu Rim bak idola. Bahkan digambarkan pada laga final Asian Games melawan Na Hee Do, meski membawa bendera negara yang sama, Go Yu Rim lebih dielukan dan didukung publik Korea Selatan.

Namun hasilnya tak terduga, Na Hee Do, si atlet 'tak dikenali', menang meraih emas dengan hasil ketat.

Berhenti di situ dulu, kisah kemenangan ini mirip dengan Bilqis. Bilqis berhasil menaklukkan Akane pemain terbaik dunia dalam dua gim langsung, skornya sama 21-19 dan 21-19. Sengit.

Yang jadi beda, cerita kemenangan Na Hee Do jadi sensasi dan berujung konflik karena diragukan publik. Bilqis si juara di kisah nyata, tentu saja jadi kebanggaan Indonesia. Pujian mengalir tak berhenti hingga kini.

Kembali ke tokoh fiksi Na Hee Do, posisinya sebagai atlet baru dikisahkan menjadi keuntungan tersendiri karena gaya permainannya tak terdeteksi lawan. Sama kah dengan Bilqis?

"Ya betul sangat setuju (gaya dan teknik permainan Bilqis tak terdeteksi). Orang masih nggak nyangka dia (Bilqis) punya teknik main yang ternyata tekniknya sama bagus dengan pemain level atas," ujar ibunda Bilqis, Zelin, kepada detikJateng, Jumat (14/5/2022).

Teknik luar biasa Bilqis juga diafirmasi Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, saat berbincang dengan detikJateng, Kamis (13/5).

"Itu terkait dengan potensinya kita sudah melihat 4-5 tahun yang lalu pada saat mereka mengikuti audisi, secara teknisnya luar biasa. Tinggal kesempatan untuk tampil di turnamen, terakhir dia juara Banglades junior akhir tahun 2021. Ini dikasih kesempatan di Uber Cup 2022 ini kesempatan ini langka banget, ini kelihatan potensinya, semakin kelihatan potensinya," ungkap Yoppy.

Tak hanya soal kemampuannya di lapangan, Bilqis juga mencuri perhatian publik karena video wawancaranya yang beredar memperlihatkan sosoknya yang khas remaja apa adanya dan tampak malu-malu di depan kamera.

Dia mengaku tak menyangka bisa mengalahkan Akane. Namun Bilqis kemudian mengungkap strategi jitunya dengan percaya diri.

"Tadi strategi saya hanya bagaimana membuat dia lari terus. Juga saya harus siap tahan dan semangat. Saya main tanpa beban. Saya yakin saja, di pertandingan, tidak ada yang tidak mungkin," kata Bilqis usai memenangkan pertandingan atas Akane, dalam rilis PBSI.

Bilqis juga mengungkap pesan orang tuanya untuk tak takut dan yakin selama pertandingan.

"Sebab tidak ada yang tidak mungkin sepanjang mau berusaha dan yakin kita bisa," sambungnya.

Seperti apa keseharian Bilqis di luar lapangan bulutangkis?

"Sehari-hari kalau di rumah ya seperti anak-anak pada umumnya. Hanya saja saya memang membatasi pergaulan untuk hal-hal yang menurut saya tidak perlu. Jadi ya di rumah aja. Kalau mau pergi ke manapun pasti sama saya, atau pergi berempat (keluarga)," kata Zelin.

Sikap khas remaja energik dan ekspresif Bilqis juga mirip dengan tokoh Na Hee Do. Na Hee Do, remaja gigih yang penuh tawa ceria itu di akhir cerita berhasil meraih mimpinya sebagai atlet anggar dunia andalan Korea Selatan. Dia dijuluki ratu anggar hingga akhirnya memutuskan pensiun.

Sementara jalan kisah Bilqis baru saja dia bentangkan semakin lebar. Kemenangannya atas Akane beberapa waktu lalu jadi bukti posisinya sebagai andalan bulutangkis Indonesia di ajang internasional.

"Bilqis itu pemain muda pelapis tunggal putri Indonesia. Dia masih usia 19 tahun. Ke depan dia menjadi salah satu andalannya kita Indonesia untuk junior. Potensinya sangat besar karena talentanya bagus, tinggal perlu penyempurnaan dari sudut fisik," terang dia.

"Ke depan paling dekat kejuaraan dunia junior baik beregu maupun perorangan. Salah satu andalan Bilqis. Kejuaraan dunia perkiraan bulan Oktober 2022," pungkas Yoppy.



Simak Video "K-Talk: Akhir Realistis 'Twenty Five Twenty One' "
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)