May Day Semarang Ajak Gabung Partai Buruh, Tolak Perda Ketenagakerjaan

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Sabtu, 14 Mei 2022 18:01 WIB
Buruh dari berbagai daerah di Jawa Tengah menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (14/5/2022).
Buruh dari berbagai daerah di Jawa Tengah menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (14/5/2022). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng
Semarang -

Massa buruh di Jawa Tengah menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (14/5/2022). Selain menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law, aksi tersebut juga menyebut soal kartu anggota Partai Buruh.

Sekretaris Perda KSPI Jawa Tengah Aulia Hakim mengatakan, peserta aksi unjuk rasa ini dari berbagai daerah di Jateng. Mereka tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Serikat Buruh Pungkook Bersatu Grobogan (SP PUBG).

"Ini ada sekitar 1.200 yang datang dari berbagai daerah," kata Hakim di lokasi.

Pantauan detikJateng, massa tiba di Jalan Pahlawan sekitar pukul 14.30 WIB. Arus lalu lintas arah Simpang Lima ditutup satu lajur, sedangkan lajur satunya diberlakukan contraflow. Akses masuk ke Jalan Pahlawan dari Simpang Lima juga ditutup sementara.

Buruh dari berbagai daerah di Jawa Tengah menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (14/5/2022).Buruh dari berbagai daerah di Jawa Tengah menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (14/5/2022). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng

Selain menyoroti soal Omnibus Law, dalam orasinya, Hakim juga mengajak para buruh segera bergabung dengan Partai Buruh. Dia meminta para buruh segera mengurus kartu tanda anggota (KTA). Menurut dia, keberadaan perwakilan buruh di parlemen penting untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

"Yang belum ada KTA silakan mendaftar," kata Aulia saat berorasi di panggung di atas truk. Saat diwawancara, Hakim menjelaskan bahwa KSPI terlibat dalam Partai Buruh. Menurut dia, saat ini sedang proses pembuatan KTA Partai Buruh untuk 1.000 orang pertama di Jateng.

"Saya selaku ketua Partai Buruh Jateng berharap masyarakat khususnya buruh, ayo segera berkonsultasi. Ke depan, Partai Buruh sudah tersebar di 35 kabupaten/kota (di Jateng). Kita sedang memproses 1.000 KTA per kabupaten/kota," jelasnya.

Hakim menambahkan, aksi demo buruh hari ini berpusat di Jakarta. Selain menyuarakan 17 tuntutan yang sama dengan aksi di Jakarta. Hakim berujar, ada dua tuntutan tambahan di Jateng.

"Yang fundamental dari 17 tuntutan itu adalah Omnibus Law. Kalau di Jateng ada 19 tuntutan. Tambahannya, menolak Perda Ketenagakerjaan di Jateng yang sedang dikaji Komisi E dan Dinas Provinsi," ujar Hakim.

Dia mengatakan, perda tersebut berlandaskan UU Cipta Kerja yang menurutnya batal demi hukum dan sudah ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi.

"Kedua, kami menggugat Ganjar Pranowo tekait UMK Tahun 2022 di Kabupaten/Kota yang berdasarkan UU Cipta Kerja. Sudah sidang di PTUN dan sidang berikutnya pemberkasan saksi," imbuh Hakim.

Sekitar pukul 16.45 WIB, massa membubarkan diri dari Jalan Pahlawan Semarang. Kini, arus lalu lintas sudah kembali normal.

Buruh dari berbagai daerah di Jawa Tengah menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (14/5/2022).Buruh dari berbagai daerah di Jawa Tengah menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (14/5/2022). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng


Simak Video "Said Iqbal Khawatir Upah Buruh Tak Akan Naik hingga 2029"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)