Cuaca Panas Terik, BMKG Semarang: Puncaknya Mei dan Oktober

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Sabtu, 14 Mei 2022 13:38 WIB
Matahari berada tegak lurus di atas Kota Semarang siang ini. Fenomena kulminasi utama atau hari tanpa bayangan terjadi, seperti apa?
Ilustrasi. Foto: Tugu Muda Semarang, Jumat (11/10/2019) (Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)
Semarang -

Suhu udara yang panas dirasakan beberapa hari ini. Namun tren suhu panas tidak hanya terjadi bulan Mei, karena pada bulan Oktober ada tren suhu meningkat bahkan lebih panas.

Dari data BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, sejak tahun 1999 hingga 2020 tren suhu maksimum memang terjadi pada bulan Mei dan Oktober. Dari data tersebut pada bulan Mei rata-rata suhu ada sekitar 33 derajat celsius, kemudian pada bulan Oktober rata-rata 36 derajat celsius.

"Dari tren suhu maksimum, puncaknya ada di Mei dan Oktober," kata Kepala Data dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang, Iis Widya Harmoko, kepada detikJateng, Sabtu (14/5/2022).

Bahkan dari catatan detikJateng, ada yang mencapai suhu 39,4 derajat celsius pada 22 Oktober 2019 di Kota Semarang. Saat itu BMKG mencatat rata-rata suhu di Tegal 33-34 derajat celsius, Cilacap 30-31 derajat celsius, Banjarnegara 29-30 derajat celsius, Semarang 37-39 derajat celsius. Untuk Sragen dan Solo raya 36-37 derajat celsius.

"Jadi memang kita merasakan panas dan gerah, tapi belum sebanding dengan nanti di Oktober," ujarnya.

Suhu panas yang terjadi saat ini bukan fenomena gelombang panas yang terjadi karena kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah. Yang sebenarnya terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas atau terik dalam skala variabilitas harian.

Fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari dipicu oleh beberapa hal yaitu pertama posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau.

"Tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi. Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat per-awanan yang rendah tersebut dapat mengoptimumkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari," kata Iis.

Dengan suhu udara yang panas, BMKG mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi badan dan stamina untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

"BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari," imbuhnya.



Simak Video "Cuaca Panas Terik Tangerang-Banten Ekstrem, Ini Penjelasan BMKG"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/rih)