Info IBL

Bima Perkasa Gagal ke Playoff IBL Musim Ini

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Senin, 28 Mar 2022 19:33 WIB
Klub Bima Perkasa
Klub Bima Perkasa. Foto: dok Bima Perkasa
Yogyakarta -

Bima Perkasa masih belum bisa mengakhiri puasa kemenangan. Mereka kembali takluk di laga ke-14 Divisi Merah Indonesian Basketball League (IBL) atas Indonesia Patriots 70-54 di Hall Basket Senayan Jakarta Senin (28/3/2022) sore.

Hasil ini membuat Bima Perkasa gagal melaju ke playoff IBL musim ini. Mereka masih menyisakan satu pertandingan terakhir lawan West Bandits Solo Selasa (29/3/2022) sore.

Di laga terakhir itu pelatih Bima Perkasa Kartika minta para pemain menunjukkan kemampuan terbaik mereka. "Kita harus mengakhiri liga dengan kepala tegak," kata Kartika, kepada wartawan Senin (28/3/2022).

Akan tetapi, dari kekalahan itu, rookie Bima Perkasa, Ikram Fadhil menunjukkan performa luar biasa seperti dua pertandingan sebelumnya. Pebasket bernomor sembilan itu bertarung habis-habisan selama 32 menit berada di lapangan.

Ikram menjadi pemain dengan menit bermain terlama saat menghadapi Indonesia Patriots. Ia juga membukukan 13 poin dan 5 rebound dengan indeks positif di bawah Indra Muhammad.

Ia menjadi pemain ke-2 yang cukup efektif selama berada di atas lapangan. Di pertandingan sebelumnya, Ikram bahkan mencetak 23 poin dan 8 rebound dan tercatat sebagai pemain terefektif sepanjang pertandingan.

Selain itu, Ikram juga menggendong para seniornya dengan 19 poin saat Bima Perkasa menghadapi Bumi Borneo Pontianak.

Catatannya itu menuai banyak pujian, termasuk pelatih tim, Kartika Siti Aminah. Menurutnya selama gelembung IBL Ikram berkembang pesat.

Ia juga tidak grogi menghadapi banyak pemain senior di atas lapangan. Tugas dua pemain asing Jordan Jacks dan David Atkinson yang diplot menjadi pointer tim juga bisa digantikannya.

"Ikram bekerja keras selama latihan dan terbayar dalam pertandingan. Saya harap dia bisa lebih baik lagi ke depannya, konsisten dan terus membantu tim menampilkan permainan terbaik," harap Kartika Siti Aminah.

Selain aspek teknis, mental Ikram turut mempengaruhi performanya di atas lapangan. Keinginan untuk menang jadi alasan terdepannya jatuh bangun di atas lapangan. Apalagi ketika David dan Jordan tidak bisa bermain karena cedera. Ia sadar ada tanggung jawab lebih yang harus diemban tiap pemain ketika berada di atas lapangan.

"Saya hanya mau menang. Saya hanya mau tim juga menang," kata Ikram singkat.



Simak Video "2 Perwira Polisi yang Terlibat Pengeroyokan di Holywings Jogja Terancam Dipecat "
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)