Hebat! Mantan Kades Di Magelang Bagi-bagi Tanah untuk Warga Terdampak Tol

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 18 Mar 2022 20:01 WIB
Warga Secang, Magelang, yang terdampak proyek jalan tol bergotong royong membersihkan lahan yang akan digunakan sebagai hunian baru.
Warga Secang, Magelang, yang terdampak proyek jalan tol bergotong royong membersihkan lahan yang akan digunakan sebagai hunian baru. Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Mantan Kepala Desa Karangkajen, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, As'ari (60), menghibahkan lahan seluas 4 hektare untuk warga setempat yang terdampak Jalan Tol Jogja-Bawen. Seperti apa ceritanya?

Adapun yang lahan untuk relokasi tersebut berjarak sekitar 600 meter dari Dusun Diwak yang bakal tergusur dalam proyek Tol Jogja-Bawen. Lokasi ini persisnya di lahan yang berada atas atau disebut gumuk. Nantinya lahan tersebut akan ditempati 75 KK yang terdampak proyek tol, termasuk As'ari sendiri.

Menurut As'ari, lahan yang akan dibagikan kepada warga itu merupakan tanahnya sendiri. Luasnya sekitar 4 hektare sehingga mampu menampung 75 keluarga yang akan terdampak proyek jalan tol.


"(Tanahnya) Sudah jadi milik saya semua, itu kurang lebih 4 hektare," kata As'ari saat ditemui, Jumat (18/3/2022).

Mantan Kades Karangkajen selama 20 tahun ini menuturkan, telah hidup rukun puluhan tahun dengan para tetangganya. Untuk itu, pihaknya mengetahui persis kehidupan para warganya.

Hal itu yang mendasari dia merelakan tanahnya untuk digunakan oleh warga sekaligus tetangganya itu sebagai hunian baru.

Untuk saat ini, katanya, lahan masih dibersihkan dan diratakan. Nantinya setiap KK akan mendapatkan kavling minimal 150 meter. Diharapkan bagi warga yang memelihara ternak tetap bisa beternak.

Warga Secang, Magelang, yang terdampak proyek jalan tol bergotong royong membersihkan lahan yang akan digunakan sebagai hunian baru.Mantan Kades Karangkajen, Magelang, As'ari. Foto: Eko Susanto/detikJateng

Semula, dia berniat menggratiskan tanah tersebut. Namun, justru warga sendiri yang meminta agar diperbolehkan untuk membayar. As'ari akhirnya mempersilakan warga membayar sesuai dengan kemampuannya tanpa mematok harga.

"Nggak (mematok harga), saya sudah dari awal gratis. Ngomong-ngomong ra ketang segelo (meski hanya satu rupiah) bayar, monggo terserah mereka. Bukan kemampuan, terserah mereka," katanya menjelaskan.

Salah satu warga Dusun Diwak, Irfandi bersyukur adanya lahan dari As'ari tersebut untuk permukiman bersama 75 warga lainnya. Pembersihan lahan ini dilakukan oleh warga secara bergotong royong.

"Awal Pak As'ari menghendaki untuk hibah full, jadi diberikan tanpa pembayaran apapun. Beliau mempersiapkan lahan, kemudian biaya untuk drainase, untuk jalan dari beliau semua, tapi masyarakat menghendaki untuk tetap membayar," kata dia.

"Kemudian akhir Pak As'ari sementara ini menyetujui usulan warga, tapi ambil jalan tengah beliau menghendaki yang bisa bayar istilahnya sesuai kemampuan," tuturnya menambahkan.

Untuk pembagian lahan nantinya, katanya, nantinya tidak sama. Bagi warga yang sebelumnya lahannya luas juga akan mendapatkan luas juga.

"Menurut penjelasan beliau itu nanti tidak sama (pembagiannya), tapi yang tadinya lebih luas juga mendapatkan lebih luas, yang tadinya lebih sempit pembagiannya juga begitu. Proporsional," pungkasnya.



Simak Video "Kisah Eks Kades di Magelang Hibahkan 4 Ha Lahan Buat Warga Terdampak Tol"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ams)