Cuma di Banyumas! Ada 2 Pengadilan Negeri dalam 1 Kabupaten

Vandi Romadhon - detikJateng
Sabtu, 05 Mar 2022 09:55 WIB
Pengadilan Negeri Kelasi IB Purwokerto.
Pengadilan Negeri Kelasi IB Purwokerto. (Foto: Vandi Romadhon/detikJateng)
Banyumas -

Pengadilan negeri merupakan lembaga peradilan yang biasanya berkedudukan di ibu kota kabupaten atau kota. Namun ada hal unik di Kabupaten Banyumas, yang memiliki -tidak hanya satu- namun dua pengadilan negeri.

Adalah Pengadilan Negeri Banyumas dan Pengadilan Negeri Purwokerto, dua pengadilan itu di Kabupaten Banyumas. Selain pengadilan, di Kabupaten Banyumas juga terdapat dua kantor kejaksaan yang keduanya masih difungsikan sampai saat ini.

Bagaimana sejarah terbentuknya dan pembagian wilayah kerja dari dua lembaga itu? detikJateng sempat mewawancarai pengajar mata kuliah Ilmu-ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Puwokerto, Bambang Widodo.


Menurutnya keberadaan dua Pengadilan Negeri di Banyumas itu tidak terlepas dari sejarah perpindahan ibu kota Kabupaten yang pernah terjadi di daerah itu.

"Sebelum Banyumas pindah ke Purwokerto sebagai pusat pemerintahan tahun 1937 itu, Belanda sudah membangun terlebih dahulu gedung pengadilan atau landraad. Karena (pusat kota) pindah ke Purwokerto akhirnya berdiri juga pengadilan dan kejaksaan (di Purwokerto) sehingga ada dua. Keduanya masih di fungsikan," kata Bambang Widodo kepada detikJateng, Sabtu (5/3/2022).

Dalam pelaksanaan fungsinya, kedua kantor Pengadilan itu tidak jauh berbeda. Namun, dilakukan pembagian wilayah karena Kabupaten Banyumas cukup luas dan terdiri dari 27 Kecamatan.

"Penggunaannya kalau kejadian perkara di wilayah hukum Pengadilan Banyumas maka ditangani Pengadilan Negeri Banyumas yaitu meliputi 11 Kecamatan sebagai batas hukum Pengadilan Negeri Banyumas. Meliputi Kecamatan Sumbang, Kembaran, Sokaraja, Kalibagor, Patikraja, Banyumas, Somagede, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh dan Tambak. Di luar kecamatan itu penanganannya di Pengadilan Purwokerto," jelasnya.

Widodo menceritakan awalnya gedung Pengadilan Negeri Banyumas menempati bekas kantor Residen Banyumas, karena kantor residen pindah ke Purwokerto. Baru tahun 1980 kantor Pengadilan Banyumas menempati gedung baru hingga sekarang.

Meskipun sudah ada pembagian wilayah, menurutnya kedua pengadilan tetap dapat memproses kasus sepanjang masih berada di Kabupaten Banyumas. Bahkan kejadian satu kasus ditangani dua pengadilan menurutnya pernah terjadi.

"Meski sudah dibagi wilayah tapi tidak menutup kemungkinan kasus korupsi di Purwokerto ditangani PN Banyumas, sempat terjadi hal semacam itu saya pernah tahu itu," ucapnya.

Hal yang paling membedakan dari dua pengadilan negeri di Kabupaten Banyumas menurut Widodo adalah kelas pengadilannya. Jika Pengadilan Purwokerto kelas IB maka Pengadilan Negeri Banyumas kelas II.

"Kalau menurut saya yang paling membedakan kelasnya saja, kalo fungsi dan wilayah keduanya bisa menangani. Unik memang kalo APH yang lain kan cuma satu, tapi pengadilan dan kejaksaan ada dua di Banyumas," pungkasnya.



Simak Video "Beda Klaim Kace dan Irjen Napoleon soal Tutup Mata dan Mulut"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/aku)